CD-ROM
Perbedaan prokrastinasi akademik pada mahasiswa Fak.Hukum UNMER Malang ditinjau dari jenis kelamin (CD + Cetak)
Prokrastinasi akademik adalah perilaku menunda-nunda pengerjaan tugas-tugas akademik.
Prokrastinasi akademik umumnya terjadi karena mahasiswa kurang memiliki manajemen waktu
yang baik. Mahasiswa cenderung lebih mengutamakan hal-hal lain yang lebih menyenangkan
daripada mengerjakan tugas-tugasnya sendiri. Kecenderungan prokrastinasi akademik juga terjadi
di Fakultas Hukum Universitas Merdeka Malang. Hal ini ditunjukkan oleh banyaknya mahasiswa
yang tidak lulus tepat waktu, padahal telah menempuh pendidikan lebih dari 4 tahun. Tujuan
penelitian ini adalah untuk mengetahui “Apakah ada perbedaan prokrastinasi akademik pada
mahasiswa ditinjau dari jenis kelamin”. Fenomena awal di lapangan menunjukkan bahwa
kecenderungan prokrastinasi akademik antara mahasiswa laki-laki dan perempuan hampir sama.
Asumsi awal dari penelitian ini adalah ada perbedaan pada perilaku prokrastinasi akademik antara
mahasiswa laki-laki dan perempuan, dimana mahasiswa laki-laki lebih sering melakukan
prokrastinasi akademik dari mahasiswa perempuan. Untuk membuktikan asumsi ini, maka
dilakukanlah penelitian pada mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Merdeka Malang. Sampel
dalam penelitian ini berjumlah 90 orang, yang terdiri dari 45 orang mahasiswa laki-laki dan 45
orang mahasiswa perempuan. Teknik pengambilan sample dalam penelitian ini menggunakan
teknik Purposive Sampling, dengan ciri: Subyek penelitian sudah harus menjalani perkuliahan
selama lebih dari satu tahun. Metode peengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan skala
prokrastinasi akademik sebanyak 64 aitem yang terbagi menjadi 32 aitem favourable dan 32 aitem
unfavourable. Hasil pengujian analisa aitem menggunakan rumus Korelasi Product Moment dari
Pearson yang menunjukkan 4 aitem gugur dari 64 aitem. Aitem yang sahih bergerak dari 0,253 0,742
dan koefisien aitem yang gugur bergerak dari -0,001 – 0,169. Hasil uji reliabilitas dengan
rumus koefisien Alpha Cronbach diperoleh sebesar 0,938 sehingga uji reliabilitas mempunyai
derajat reliabel sangat tinggi. Hasil uji normalitas menunjukkan bahwa nilai KSZ adalah 0,928
dengan p = 0,355, dimana p>0,05, sehingga bersifat normal. Hasil uji homogenitas menunjukkan
nilai 3,510 dengan p = 0,064, dimana p>0,05, sehingga memiliki varians yang homogen atau sama.
Hasil analisis data menunjukkan bahwa nilai thitung = 6,026 dan ttabel = 2,000 (6,026 > 2,000)
sedangkan nilai p = 0,000 (p < 0,05). Hal ini menunjukkan bahwa ada perbedaan prokrastinasi
akademik antara mahasiswa laki-laki dan perempuan. Hasil analisis juga menunjukkan bahwa
rata-rata prokrastinasi akademik mahasiswa laki-laki sebesar 151,2889, sedangkan mahasiswa
perempuan sebesar 127,5333. Hal ini menunjukkan bahwa prokrastinasi akademik mahasiswa
laki-laki lebih tinggi daripada mahasiswa perempuan.
Tidak tersedia versi lain