CD-ROM
Penyusunan anggaran kas sebagai alat pengedalian likuiditas pada CV.Frenz Accessories di Malang (CD)
ABSTRAK
Kas adalah salah satu unsur modal kerja yang paling tinggi tingkat likuiditasnya. Kas diperlukan untuk membiayai operasi sehari-hari maupun mengadakan investasi baru dalam aktiva tetap. Makin besar jumlah kas yang ada dalam perusahaan berarti makin tinggi tingkat likuiditasnya. Akan tetapi apabila perusahaan mempunyai tingkat likuiditas yang tinggi karna adanya kas dalam jumlah yang besar berarti tingkat perputaran kas tersebut rendah, serta semakin besarnya kas makin banyaknya uang yang menganggur yang dampaknya secara jangka panjang akan memperlambat perkambangan perusahaan. Sebaliknya apabila tingkat liluiditas perusahaan terlalu kecil karena kurangnya jumlah uang kas yang ada, maka kegiatan perusahaan secara jangka pendek seperti pembayaran hutang jangka pendek, pembelian persediaan atau penambahan modal kerja akan terganggu sehingga dalam jangka pendek perusahaan itu tidak akan bisa beroperasi lagi.
Penelitian ini bertujuan untuk menyusun anggaran kas sebagai alat pengendalian likuiditas pada CV. Frenz Accessories di Malang Teknik analisis yang digunakan yaitu analisis kuantitatif yang terdiri dari penyusunan anggaran kas per bulan dalam satu tahun dan analisis kualitatif yaitu analisis yang digunakan sebagai data penunjang data analisis kuantitatif yang dijadikan dasar untuk memperoleh kesimpulan yang dihubungkan dengan teori dan untuk mencari alternative pemecahan masalah.
Perusahaan dagang CV. Frenz Accessories Malang mengalami masalah bahwa perusahaan belum mengadakan perencanaan kas yang tepat dengan menyususn budget kas secara rutin, dan belum mengadakan penetapan persediaan kas yang optimum sehingga aliran kas masuk dan keluar didalam perusahaan mengakibatkan kondisi keuangan perusahaan dalam keadaan illikuid. Akibat belum mengadakan perencanaan kas yang tepat dan menyusun budget kas secara rutin, dan belum mengadakan penetapan persediaan kas yang optimum menimbulkan penurunan aktivitas operasional perusahaan dalam mencapai tujuannya, karena modal kerja banyak tertahan di aktiva lancar (piutang dan persediaan); maka rasio likuiditas secara proporsional terlalu kecil, sehingga aktiva lancar yang tersedia hanya untuk memenuhi hutang lancar, tetapi cadangan untuk persediaan operasional perusahaan sangat kecil.
Tidak tersedia versi lain