CD-ROM
Konstruksi berita tentang 100 hari program Gubernur Jawa Timur pasca pelantikan periode 2009-2010 (analisis framing pemberian program Gubernur pada surat kabar jawa pos dan surya edisi bulan Maret - Mei 2009) (CD)
A B S T R A K S I
Skripsi disusun oleh Nadya Grestyana, 2005, mengangkat skripsi yang berkaitan dengan “KONSTRUKSI BERITA TENTANG 100 HARI PROGRAM GUBERNUR JAWA TIMUR PASCA PELANTIKAN PERIODE 2009 – 2014 (Analisis Framing Pemberitaan Program Gubernur pada Surat Kabar Jawa Pos dan Surya Edisi Bulan Maret – Mei 2009).” Universitas Merdeka Malang, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Jurusan Ilmu Komunikasi, dengan Pembimbing I : Ana Mariani, S.Sos, M.Si dan Pembimbing II : Dra. Christiana Sahertian.
Pelaksanaan program 100 hari adalah bukan merupakan acuan utama atau ukuran untuk menilai keberhasilan atau kegagalah seorang Kepala Daerah dalam menjalankan tugas pemerintahan, pembangunan dan kemasyarakatan dalam jangka menengah mendatang, melainkan merupakan langkah awal untuk memulai tugas dan kewajiban Kepala Daerah selama kurun lima tahun kedepan. Program 100 hari juga merupakan langkah awal dalam pelaksanaan tugas pada suatu organisasi manapun. Media massa memberikan pemberitaan mengenai permasalahan program 100 hari Gubernur Jawa Timur, yaitu dari surat kabar Jawa Pos – Surya. Surat kabar ini merupakan dua surat kabar besar yang berada di Jawa Timur. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pandangan surat kabar Jawa Pos – Surya dalam membingkai pemberitaan 100 hari program Gubernur Jatim pasca pelantikan.
Jawa Pos dan Surya sebagai media massa disini berperan sebagai pemberi informasi pada khalayak sasarannya. Berita yang disampaikan harus sesuai dengan fakta, dan tidak memihak. Namun, tidak dapat dihindari, Jawa Pos dan Surya sebagai media massa juga memiliki ideology sendiri, yang menyebabkan suatu peristiwa dapat dikonstruksi terlebih dahulu sebelum disampaikan pada khalayak sasaran. Analisis yang digunakan untuk membedah pandangan Jawa Pos dan Surya mengenai pemberitaan 100 hari program Gubernur Jatim adalah Analisis Framing model Gamson dan Modigliani.
Penelitian ini menggunakan paradigma konstruksionis dengan metode penelitian kualitatif deskriptif untuk menguraikan atau menggambarkan data yang sudah terkumpul. Data dikumpulkan mulai dari bulan Maret - Mei 2009, dengan menyesuaikan pada tema penelitian, 100 hari program Gubernur Jatim.
Dari hasil framing yang dilakukan oleh peneliti, dapat dilihat bahwa ada perbedaan yang dihasilkan dari konstruksi berita pada surat kabar Jawa Pos dan Surya. Jawa Pos membingkai 100 hari program Gubernur tidak mampu menghasilkan kesejahteraan yang diharapkan masyarakat Jatim, hal ini berkaitan dengan kebijakan redaksional yang menganggap 100 hari program Gubernur dibuat hanya pencapaian dari tahun-tahun sebelumnya. Surya membingkai 100 hari program Gubernur mampu menghasilkan kesejahteraan yang diharapkan masyarakat Jatim, hal ini terkait karena surat kabar Surya dalam memberitakan suatu berita terutama masalah Gubernur harus berpijak pada kebenaran.
Tidak tersedia versi lain