CD-ROM
Implementasi anggaran kinerja di Kab.Boven Digoel pasca pemekaran (studi kasus kinerja anggaran daerah pada Dinas Kesehatan Kab.Boven Digoel Papua 0 (CD)
ABSTRAKSI
Skripsi disusun oleh Peprianti Massau, 06311001, Ilmu Administrasi Negara Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Merdeka Malang. Skripsi dengan judul Implementasi Anggaran Kinerja Di Kabupaten Boven Digoel Pasca Pemekaran (Studi Kasus Kinerja Anggaran Daerah Pada Dinas Kesehatan Kabupaten Boven Digoel Papua). Dengan dosen pembimbing Kridawati Sadhana dan Sukardi.
Proses penganggaran di daerah, berkaitan dengan tingkat kepentingan serta manfaatnya dari sisi masyarakat tetapi realitas lemahnya masyarakat terhadap proses anggaran dan ketidakpahaman terhadap pentingnya anggaran bagi publik serta manfaatnya bagi warga sehingga anggaran yang ada, tidak dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Penyusunan anggaran hendaknya dilakukan berlandaskan azas efisiensi, tepat guna, tepat waktu pelaksanaan, dan penggunaannya dapat dipertanggungjawabkan. Dana yang tersedia harus dimanfaatkan dengan sebaik mungkin untuk dapat menghasilkan peningkatan dan kesejahteraan yang maksimal.
Dalam penulisan ini, penulis menggunakan metode penelitian kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Penelitian deskriptif merupakan penelitian yang berusaha mendeskripsikan dan menginterpretasikan sesuatu, misalnya kondisi atau hubungan yang ada.Penelitian ini mengambil populasi pada seluruh staff Dinas Kesehatan Kabupaten Boven Digoel Papua, yaitu 17 orang untuk dijadikan sebagai informan dalam penelitian ini, antara lain: 1 orang Kepala Dinas Kesehatan, 1 orang Sekretaris, 3 orang Kepala Sub. Bagian Keuangan, 4 orang Kepala Bidang (Ka. Bid), 8 orang Kepala Seksi (Ka. Sie).
Pelaksanaan kegiatan adalah kunci dalam pemecahan masalah di daerah. Keadaan yang terjadi di Kabupaten Boven Digoel adalah menunjukkan bahwa program melaksanakan kegiatan hanya sebatas yang rutin jadi itu merupakan tugas setiap tahun untuk merencanakan anggaran dan kegiatan-kegiatan dalam pelaksanaan dilakukan bidang secara sendiri-sendiri. Sehingga anggaran sering turun terlambat dengan demikian pelaksanaan kegiatan seolah-olah menjadi dipaksakan. Kegiatan-kegiatan yang berurusan dengan program yang dikelola oleh dua bidang atau lebih biasanya tidak terlaksana. Faktor SDM pada Dinas Kesehatan Kabupaten Boven Digoel sangat terbatas baik secara kualitas maupun kuantitas, walaupun input dana yang dianggarkan mencukupi. Hal ini dapat dilihat dengan belum meratanya kegiatan Dinas Kesehatan Kabupaten Boven Digoel di tiap-tiap Distrik dan semua program itu belum berjalan secara optimal. Keterbatasan ini menyebabkan pengembangan kualitas SDM untuk mengikuti pendidikan juga berkurang. Dalam proses mendukung program kesehatan, Dinas Kesehatan Kabupaten Boven Digoel telah melakukan fungsi pengawasan, pembinaan dan evaluasi pelaksanaan program kesehatan walaupun belum optimal karena keterbatasan kualitas dan kuantitas SDM serta sarana komunikasi antara Dinas Kesehatan dengan Puskesmas.
Tidak tersedia versi lain