CD-ROM
Proses dan konflik dalam pemekaran Daerah(studi di Kab. Sumba Tengah Propinsi NTT) (CD)
ABSTRAK
Umbu Sawola Damajibi. 04310041. Proses dan Konflik dalam Pemekaran Daerah (Studi di Kabupaten Sumba Tengah Propinsi Nusa Tenggara Timur). Jenjang Program Sarjana Strata I. Progam Studi Administrasi Negara. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik. Universitas Merdeka Malang.
Terbentuknya suatu daerah otonom berarti mutlak terbentuk pemerintahan daerah tersebut. Pemerintahan yang baru ini akan ‘menggantikan’ dalam arti melanjutkan tugas dan tanggung jawab pemerintahan sebelumnya. Namun yang umum terjadi adalah bahwa dalam proses pemekaran daerah selalu diwarnai pula dengan adanya konflik yang menyertai pemekaran tersebut. Pemekaran Kab. Sumba Tengah di Propinsi NTT yang sebelumnya merupakan bagian dari Kab. Sumba Barat, juga mengalami hal yang sama. Proses pemekaran dilalui dengan serangkaian waktu yang lama dan perjuangan yang tidak ke nal lelah dari pencetus aspirasi masyarakat dan akhirnya berdirilah Kab. Sumba Tengah sebagai salah satu daerah otonom. Atas dasar hal ini maka dilakukan penelitian ini dengan tujuan : 1) mengatahui faktor-faktor yang menjadi pendorong terjadinya pemekaran wilayah Kab. Sumba Tengah di Propinsi NTT, 2) Mengetahui sejauh mana konflik yang terjadi sehubungan dengan pemekaran Kab. Sumba Tengah di Propinsi NTT, 3) Menemukan cara mengatasi konflik yang berlangsung sehubungan dengan pemakaran Kabupaten Sumba Tengah tersebut, 4) Mendeskripsikan langkah-langkah yang diperlukan agar pembentukan Kabupaten Sumba Tengah sesuai dengan motivasi dan tujuan pemekaran wilayah.
Jenis penelitian yang dilakukan adalah jenis penelitian deskriptif kualitatif, dimana fokus penelitian ini adalah permasalahan yang berhubungan dengan proses pemekaran daerah di Kab. Sumba Tengah Propinsi NTT dan Konflik dalam pemekaran daerah tersebut. Pendekatan yang digunakan dalam melakukan penelitian adalah penedekatan perundang-undangan, pendekatan konsep dan pendekatan kasus. Jenis data yang digu nakan terdiri atas data primer dan data sekunder yang pengumpulannya dilakukan dengan metode angket, wawancara dan dokumentasi. Proses analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif.
Dari hasil penelitian atas permasalahan tersebut diperoleh hasil sebagai berikut 1) Faktor-faktor yang menjadi pendorong terjadinya pemekaran wilayah Kab. Sumba Tengah di Propinsi NTT adalah a) Keinginan masyarakat untuk memajukan daerah, b) Pemanfaatan potensi daerah secara optimal, c) Kebulatan tekad dan persamaan persepsi seluruh masyarakat untuk memajukan daerah; 2) Konflik yang terjadi sehubungan dengan pemekaran Kab. Sumba Tengah di Propinsi NTT tergolong dalam konflik yang wajar dan tidak melibatkan kekerasan serta intensitas konflikpun tidak terlalu tinggi, 3) Upaya mengatasi konflik yang berlangsung sehubungan dengan pemakaran Kabupaten Sumba Tengah adalah a)Memperbarui pola komunikasi politik, b) Menghadirkan Lembaga Pendidikan Tinggi untuk melakukan kajian akademis terhadap usulan pemekaran, c) Membentuk panitia penghubung baik di tingkat propinsi maupun di tingkat kabupaten untuk menyalurkan aspirasi masyarakat; 4) Langkah-langkah yang diperlukan agar pembentukan Kabupaten Sumba Tengah sesuai dengan motivasi dan tujuan pemekaran wilayah adalah a) Partisipasi seluruh masyarakat Kabupaten Sumba Tengah dalam membangun daerahnya, b) Kesadaran masyarakat untuk melakukan politik sesuai koridor hukum yang berlaku, c) Optimalisasi peranan Pemerintah Daerah mengelola dan memanfaatkan seluruh potensi daerah untuk pembangunan.
Tidak tersedia versi lain