CD-ROM
Analisis rasio keuangan camel sebagai alat perbandingan tingkat kesehatan Bank(studi pada Bank Pemerintah yang terdaftar di BEI) (CD)
ABSTRAKSI
Islamia Ayu Mahdi, Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Jurusan Ilmu Administrasi Niaga, Universitas Merdeka Malang, “Analisis Rasio Keuangan CAMEL Sebagai Alat Perbandingan Tingkat Kesehatan Bank (Studi terhadap Bank Pemerintah yang Terdaftar di BEI)”, Wahyu Wiyani sebagai pembimbing I dan Eko Agus Susilo sebagai pembimbing II.
Tingkat kesehatan bank dapat dinilai dari beberapa indikator. Salah satu sumber utama indikator yang dijadikan dasar penilaian adalah laporan keuangan bank yang bersangkutan. Berdasarkan laporan itu akan dapat dihitung sejumlah rasio keuangan yang lazim dijadikan dasar penilaian tingkat kesehatan bank. Analisis rasio keuangan dalam metode CAMEL memungkinkan manajemen untuk mengidentifikasikan perubahan-¬perubahan pokok pada trend jumlah, dan hubungan serta alasan perubahan tersebut. Hasil analisis laporan keuangan dengan metode ini akan memberikan gambaran tentang kesehatan suatu bank setelah diterapkan pembobotan sesuai dengan peraturan yang ditetapkan oleh Bank Indonesia. Tujuan penilaian kesehatan bank oleh Bank Indonesia adalah sebagai dasar yang mengatur tentang izin pembukaan kantor-kantor cabang baru dan pembubaran dan penutupan sebuah bank. Hal itu sejalan dengan ketentuan pemerintah yang menyebutkan bahwa izin usaha bank dapat dicabut oleh Menteri Keuangan dengan mendengar pertimbangan Bank Indonesia apabila tingkat kesehatannya menurun menjadi kurang sehat atau tidak sehat. Selain itu, penilaian dan pengawasan tingkat kesehatan perbankan juga ditujukan untuk mencegah terjadinya panik perbankan. Panik perbankan timbul karena bank tidak mampu memenuhi atau membayar seluruh kewajibannya tepat pada waktunya. Akibatnya timbul kepanikan pada nasabah karena khawatir bank tidak mampu membayar seluruh kewajibannya. Panik perbankan yang melanda seluruh perekonomian dapat mengakibatkan resesi dalam perekonomian.Hasil penilaian berdasarkan pembobotan kemudian disesuaikan dengan kategorisasi kesehatan bank. Penilaian kesehatan bank sangat menentukan operasional bank di masa depan karena Bank Indonesia telah menetapkan bahwa bank dengan tingkat kesehatan yang rendah akan menghadapi ancaman sanksi berupa pembekuan atau likuidasi.
Penelitian tentang tingkat kesehatan bank ini ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kesehatan bank pemerintah yang terdaftar di BEI berdasarkan kriteria penilaian yang ditetapkan dalam metode CAMEL. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif menggunakan teknik analisis rasio keuangan yang digunakan dalam metode CAMEL untuk menilai tingkat kesehatan bank.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa PT. Bank Mandiri (Persero) Tbk. memiliki predikat sehat (81 – 100) kecuali pada tahun 2005 masuk pada predikat cukup sehat (72,04 < 81). Sementara itu BRI memiliki kategori kurang sehat selama periode penelitian dimana nilai tersebut berada dalam rentang antara 51 - < 66. Terakhir BNI memiliki kategori tidak sehat dimana selama periode penelitian (2004 - 2007) karena nilai kesehatannya berada dibawah 51. Hal tersebut menunjukkan bahwa PT. Bank Mandiri (Persero) Tbk. merupakan bank dengan tingkat kesehatan pada urutan tertinggi. Sementara urutan kedua adalah PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk., dan terendah
Tidak tersedia versi lain