CD-ROM
Representasi kehidupan masyarakat kurang mampu (miskin) dalam program reality show jika aku menjadi di Trans TV (CD)
ABSTRAKSI
Adhani Riandi, NPK 05330077, Mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Merdeka Malang, melakukan penelitian dengan judul “Representasi Kehidupan Masyarakat Kurang Mampu (Miskin) dalam Program Reality Show ”Jika Aku Menjadi” di Trans TV”. Dosen Pembimbing I, Rochmad Effendy, dan Dosen Pembimbing II, Sri Widayati
Reality show merupakan salah satu program acara hiburan yang di sajikan media untuk menghibur khalayak. Reality show ”Jika Aku Menjadi” menampilkan konstruksi kehidupan masyarakat kurang mampu yang di buat sangat serba susah untuk menarik rasa kasihan dan simpati dari penonton. Bagaimana cara masyarakat kurang mampu dalam melakukan aktivitasnya sehari-hari diangkat. Tentunya teks pada tayangan reality show ini memiliki makna yang menggambarkan kehidupan masyarakat kurang mampu dengan bermacam-macam, baik cara berpakaian, berbicara dan eksprsei yang ditunjukan. Dengan menganalisis menggunakan ilmu semiotika, maka makna dari isi tayangan ini dapat diungkap.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui makna tersembunyi di balik tayangan reality show ”Jika Aku Menjadi” episode Tukang Reparasi Kompor Minyak tentang kehidupan masyarakat kurang mampu. Penelitian ini dapat berguna bagi masyarakat untuk mengetahui pemaknaan tentang gambaran kehidupan masyarakat kurang mampu dalam menjalani aktivitasnya sehari-hari, agar masyarakat dapat lebih kritis dalam mengkonsumsi sebuah tayangan hiburan yang diterima sehingga tidak dapat terpengaruh begitu saja.
Penelitian ini menggunakan metode deskriptif interpretif. Yaitu berusaha menganalisis data yang telah dihimpun, yang selanjutnya mendeskripsikan makna yang terkandung di dalamnya sesuai dengan data dan pengalaman serta pengetahuan peneliti. Instrumen penelitian ini adalah peneliti sendiri, yang menggunakan model semiotika segitiga makna (triangle meaning). Semua data yang telah dihimpun dianalisis berdasarkan kaidah model semiotika triangle meaning, kemudian dipadukan dengan teori-teori makna untuk membantu dalam mengartikan tanda-tanda baik yang berupa gambar ataupun suara dan tulisan. Setelah itu hasil analisis dari reality show ini akan dibahas dengan memadukan berbagai aliran dari teori Ekonomi Politik Media dan Agenda Setting agar dapat diketahui dimanakah yang menjadi masalah atau adanya pertentangan.
Dari hasil penelitian dapat diketahui bahwa reality show ”Jika Aku Menjadi” menunjukan kehidupan emak Napem sebagai representasi masyarakat miskin yang sangat susah. Namun konstruksi emak Napem yang ditampilkan di dalam acara ini, terkesan tidak mencerminkan keadaan Emak yang sebenarnya. Tayangan dibuat lebih dramatis sehingga menambah rasa simpati dan ketertarikan penonton pada konstruksi kehidupan Emak Napem.
Tidak tersedia versi lain