CD-ROM
Persepsi mahasiswa terhadap pemberitaan pasca eksekusi pidana mati bom Bali (CD)
ABSTRAKSI
Amanda Gita Devi 05.33.0048. Persepsi Mahasiswa terhadap Pemberitaan Pasca Eksekusi Bom Bali I. Pembimbing I Drs. Priyo Dari Mulyo, M. Si, Pembimbing II Drs. Imam Patkuroji, M. Ag.
Latar belakang dari penelitian ini adalah : Maraknya pemberitaan tentang pasca eksekusi pidana mati bom Bali I di berbagai media massa.
Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah : Maraknya pemberitaan tentang pasca eksekusi tiga terpidana mati bom Bali I di berbagai media massa yang terus menerus menerpa masyarakat sehingga menimbulkan banyak persepsi yang muncul terhadap pemberitaan tersebut. Untuk itu dalam penelitian ini, peneliti ingin mengetahui Bagaimana Persepsi Mahasiswa Unmer Malang Terhadap Pemberitaan Pasca Eksekusi Pidana Mati Bom Bali I
Metode Penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dengan : menggunakan teknik FGD (Focus Group Discussion). Analisis data menggunakan analisis deskriptif kualitatif, selanjutnya menggunakan teknik analisis hasil FGD untuk mendapatkan gambaran yang jelas tentang hal yang diteliti dengan tetap mengacu pada relevansi teoritisnya.
Realitas hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Persepsi Mahasiswa terhadap Pemberitaan Pasca Eksekusi Bom Bali I yaitu sebagian peserta atau informan lebih menyoroti media sebagai lembaga yang berperan dalam pembentukan opini khalayak untuk mendukung atau simpati terhadap tiga terpidana. Di jelaskan juga media massa saat ini terlalu berlebihan dalam memberitakan suatu peristiwa. Lebih baik media menyoroti hal yang jauh lebih penting dari eksekusi bom Bali ini, misalnya korupsi, membayar utang negara, atau pengangkatan presiden. Hal itu jauh lebih penting dan yang pasti sangat menentukan peradaban umat manusia. Selanjutnya hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa sangat kontra dengan pemberitaan yang ada di media. Selain itu media juga terlingkupi oleh kepentingan komersil di setiap pemberitaannya. Media terlalu bombastis memberitakan pasca eksekusi dengan pertimbangan kondisi para tiga terpidana. Media massa dalam memberitakan kasus eksekusi dan juga bom Bali ini tidak memiliki pertimbangan yang baik. Media lebih lehih memikirkan dirinya sendiri untuk kepentingan komersil tanpa mempertimbangkan juga dampak dari pemberitaan yang secara terus menerus dan sangat berlebihan itu bisa menambah kesedihan keluarga korban bom. Karena pemberitaan yang berlebihan dan terus-menerus itu dapat berdampak pada psikologis keluarga dan korban itu sendiri, dan dapat meningggalkan trauma bagi keluarga terutama anak-anak korban bom.
Tidak tersedia versi lain