CD-ROM
Fungsi dan peran badan keswadayaan masyarakat(BKM)dalam melaksanakan program pengentasan kemiskinan di Kel.Tlumpu Kec.Sukorejo Kota Blitar (CD)
ABSTRAKSI
ELFAN ANGGARA. NPK 05310030. Dosen Pembimbing I Bapak Drs. H. Bambang Noorsetya, M.Si dan Dosen Pembimbing II Bapak Dra. Hj. Sri Hartini Djatmikowati, M.Si Judul Skripsi ini adalah ”Fungsi Dan Peran Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM) Dalam Melaksanakan Program Pengetasan Kemiskinan Di Kelurahan Tlumpu Kecacamatan Sukorejo Kota Blitar.”
Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM) sebagai kelembagaan yang dirancang untuk membangun kembali masyarakat mandiri agar mampu mengatasi kemiskinan. Badan Keswadayaan Masyarakat suatu lembaga masyarakat di tingkat Kelurahan yang bertanggungjawab menjamin keterlibatan unsur masyarakat dalam keputusan yang kondusif untuk menumbuhkan kesewadayaan masyarakat. BKM secara formal adalah lembaga kolektif yang merumuskan unsur-unsur strategis bagi kepentingan masyarakat, sehingga kerangka yang digunakan untuk merumuskan suatu policy, haruslah partisipatif.
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan daripada Peran dan Fungsi badan keswadayaan masyarakat (BKM) dalam melaksanakan program pengetasan kemiskinan di Kelurahan dan untuk mengetahui kendala-kendala yang dihadapi oleh badan keswadayaan masyarakat (BKM) dalam melaksanakan Program Penanggulangan kemiskinan di Kelurahan. Untuk menganalisis data yang telah diperoleh, maka peneliti melakukan penelitian deskriptif yang merupakan penelitian yang yang dimaksudkan untuk mengumpiulkan informaasi menenai status atau gajala yag ada, yaitu keadaan gejala menurut apa adanya pada saat penelitian yang dilakukan . penelitian deskriptif tidak dimaksudkan untuk menguji hipotesis tertentu, tetapi mengambarkan apa adanya tentang suatu fariabel, gejala atau keadaan.
Berdasarkan hasil analisis menunjukkan bahwa dengan melihat partisipasi dalam melaksanakan program sehingga terbentuk suatu lembaga yaitu BKM sebagai lembaga masyarakat yang berjuang untuk membantu dalam proses penanggulangan yang ada dalam program PNPM Mandiri Perkotaan yang pada intinya pemberdayaan masyarakat yang menekankan pada pearwujudan kemandirian dengan peran dan fungsi BKM sebagai wakil masyarakat sebagai agen pderubahan kedepan pada suatu wilayah kelurahan dengan menjadikan masyarakat sebagai pelaku utama untuk menentukan segala perubahan yang ada khususnya dalam penanggulangan kemiskinan dan ketidakberdayaan sehingga bias terwujud masyarakat madani. Salah satu indikator dari kemandirian masyarakat dapat dilihat pada kemandirian masyarakat dapat dilihat pada keberadaan dari lembaga masyarkat pimpinan kolekstif (secara generic disebut BKM) yang ada pada wilayahnya. Oleh karenan itu capaian akhir yang dari PNPM Mandiri Perkotaan adalah terbentuknya BKM-BKM yang mandiri (paska pendampingan P2KP) ini ke,udian mampu menjadi motor penggerak dinamika masyarakat untuk berbagai upaya penanggulangan Kemiskinan. Dengan kata lain, konsep PNPM Mandiri yang pada awalnya merupakan suatu proyek diharpkan ditingkat masyarakat dan pemerintah daerah akan mampu kemudian dikembangkan menjadi skema program. Kemampuan mengembangkan skema program inilah yang pada hakekatnya akan mendorong masyarakat untuk mengembangkan orientasi dari penanganan masalah kemiskinan menuju ketingkatan yang lebih lanjut, yakni peningkatan kualitas kehidupan masyarakat melalui penataan dan pembangunan lingkungan pearmukiman lingkungan terpadu.
Tidak tersedia versi lain