CD-ROM
Pengaruh perubahan IHK 7 kelompok barang dan jasa umum terhadap laju inflasi di Indonesia dalam kurun waktu bulan Janyari 2006-maret 2008 (CD)
ABSTRAKSI
Kestabilan ekonomi tercermin melalui terkendalinya laju inflasi atau terkendalinya perubahan tingkat harga barang dan jasa. Inflasi yang terlalu cepat merupakan unsur destabilisasi ekonomi yang terbesar yang dapat menghambat usaha pembangunan ekonomi. Hal ini karena pertama, laju inflasi dapat menyulitkan proses berusaha pada umumnya. Kedua, tingkat inflasi yang terlalu tinggi akan meningkatkan biaya produksi dan mengurangi daya saing komiditi ekspor di pasar internasional. Ketiga, tingkat inflasi yang sangat tinggi akan sangat cepat menghilangkan kepercayaan orang pada nilai mata uang, sehingga orang akan cenderung untuk mengalihkan kekayaannya dan kekayaan berbentuk mata uang yang terkena inflasi pada kekayaan yang berbentuk harta tetap. Proses kegiatan ekonomi dalam masyarakat modern dimana mekanisme perekonomian berdasarkan lalu lintas barang dan jasa semua kegiatan ekonomi tersebut akan memerlukan uang sebagai alat pelancar guna mencapai tujuan. Secara garis besar dapat diiktisarkan bahwa kegiatan manusia dalam suatu masyarakat terdiri dari tiga macam kegiatan ekonomi pokok, yaitu kegiatan produksi, konsumsi dan pertukaran. Salah satunya adalah 7 kelompok barang dan jasa. Tujuan Penelitian, Untuk mendiskripsikan perkembangan IHK 7 kelompok barang dan jasa umum bulan Januari 2006 – Maret 2008. Untuk menganalisis pengaruh IHK 7 kelompok barang dan jasa umum bulan Januari 2006 – Maret 2008 terhadap laju inflasi bulan Januari 2006 – Maret 2008.Untuk mengetahui IHK 7 kelompok barang dan jasa umum yang dominan mempengaruhi laju inflasi Indonesia dalam kurun waktu bulan Januari 2006 – Maret 2008.
Identifikasi Variabel, Variabel Bebas, X1 = Tingkat IHK kelompok bahan makanan, X2 = Tingkat IHK kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau, X3 = Tingkat IHK kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar, X4 = Tingkat IHK sandang, X5 = Tingkat IHK kesehatan, X6 = Tingkat IHK pendidikan, rekreasi dan olah raga, X7 = Tingkat IHK transportasi, komunikasi dan jasa keuangan. Variabel Terikat, Y = Laju Inflasi. Jenis dan Sumber Data Data kuantitatif adalah data yang berupa angka (numerik) yang terdiri dari data IHK 7 kelompok barang dan jasa umum dan tingkat laju inflasi Indonesia bulan Januari 2006 – Maret 2008. Sumber data berupa data sekunder yang diperoleh bukan dari hasil pengumpulan sendiri melainkan orang lain, individu maupun kelompok. Teknik Analisis Data, Analisis Regresi, Uji F, Uji t.
Perkembangan Indeks Harga Konsumen ( IHK ) 7 Kelompok Barang dan Jasa cukup fluktuatif, dimana Indeks Harga Bahan Makanan tertinggi sebesar 4,29% dan Indeks Harga Bahan Makanan terendah sebesar -0,88%; Indeks Harga Makanan Jadi, Minuman, Rokok, dan tembakau dimana Indeks Harga tertinggi sebesar 2,02% dan terendah sebesar -62,85%; Indeks Harga Perumahan tertinggi sebesar 0,99% dan terendah sebesar -0,01%; Indeks Harga sandang tertinggi sebesar 2,31% dan terendah sebesar -0,43%; Indeks Harga Kesehatan tertinggi sebesar 1,56% dan terendah sebesar 0,06%; Indeks Harga Pendidikan, rekreasi dan olah raga tertinggi sebesar 4,77% dan terendah sebesar-0,28% sedangkan Indeks Harga transport dan komunikasi tertinggi sebesar 0,46% dan terendah sebesar -0,21%. Perkembangan rata-rata Inflasi di Indonesia pada periode Januari 2006-Maret 2008 menunjukan kecenderungan tidak stabil dapat dilihat laju Inflasi tertinggi sebesar 1,77% dan terendah sebesar -0,16%. Hal ini di picu oleh kenaikan Harga Bahan pokok, Harga Bahan Bakar minyak dan kurang kondusifnya keadaan ekonomi sosial dan politk. Indeks Harga konsumen 7 Kelompok Barang dan Jasa secara simultan berpengaruh signifikan terhadap tingkat laju inflasi. Secara parsial Indeks Harga Konsumen dari 7 Kelompok Barang dan Jasa hanya 6 Kelompok Indeks Harga Konsumen yang mempengaruhi tingkat laju Inlfasi, sedang Indeks Harga konsumen kelompok kesehatan tidak mempengaruhi terhadap tingkat laju inflasi. Indeks Harga Konsumen 7 Kelompok Barang dan Jasa mempengaruhi Inflasi sebesar 99,4% sedang 0,06% dipengaruhi variabal lain atau faktor-faktor lain yang tidak ikut diteliti. Indeks Harga Konsumen Kelompok Perumahan berpengaruh dominan terhadap Inflasi, terbukti selain berpengaruh signifikan terhadap Inflasi juga memiliki koefisien regresi terbesar 0,263.
Tidak tersedia versi lain