Text
Analisis ratio keuangan economic value added (EVA) sebagai alat evaluasi kinerja keuangan pada perusahaan Rokok yang go publik di BEJ (CD)
ABSTRAKSI
Alat yang bisa dipergunakan untuk menilai kinerja keuangan selama ini adalah analisis ratio keuangan yang terdiri dari ratio likuiditas, ratio leverage, ratio aktivitas dan ratio profitabilitas. Konsep baru dalam menilai kinerja keuangan suatu perusahaan secara tetap dengan memperhatikan sepenuhnya kepentingan dan harapan penyediaan dana yaitu tingkat pengembalian atas modal yang ditanamkan di perusahaan. Konsep yang dimaksud adalah Economic Value Added (EVA), di Indonesia dikenal dengan Nilai Tambah Ekonomi (NITAMI). Penggunaan konsep EVA membuat perusahaan lebih memfokuskan perhatian ke upaya penciptaan nilai perusahaan yang merupakan salah satu keunggulan EVA. Selain itu dengan konsep ini akan dapat diketahui berapa sebenarnya biaya yang harus dikeluarkan sehubungan dengan pemakaian modal perusahaan melalui perhitungan biaya modal.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah konsep EVA dapat digunakan sebagai alat alternatif dalam menilai kinerja keuangan perusahaan pada periode 2007 dan untuk menilai kinerja keuangan perusahaan dengan menggunakan konsep EVA. Dalam menganalisis data yang diperoleh metode yang diperlukan adalah deskriptif kuantitatif. Adapun langkah-langkah dalam menganalisis data adalah : Menghitung biaya modal hutang (Cost of Debt), Menghitung biaya modal saham (cost of equity), Menghitung Struktur Modal, Menghitung biaya modal tertimbang atau Weighted Average Cost of Capital (WACC), Menghitung EVA.
Berdasarkan penelitian menunjukkan bahwa EVA sebagai alat untuk menilai kinerja keuangan perusahaan, karena mempertimbangkan tingkat pengembalian yang dituntut oleh para investor dana atas investasinya. Jumlah laba yang lebih besar menghasilkan EVA yang lebih tinggi. Hal ini disebabkan karena laba operasi yang meningkat dalam perusahaan menggambarkan nilai tambah (value added) bagi perusahaan. Berdasarkan penerapan konsep EVA untuk menilai kinerja keuangan perusahaan hasilnya adalah seluruh perusahaan pada tahun 2007 mempunyai nilai EVA yang positif, artinya dalam perusahaan telah terjadi nilai tambah ekonomis, sehingga harapan para investor dana dapat terpenuhi yaitu mendapatkan pengembalian investasi yang sama atau lebih dari yang diinvestasikan sedangkan kreditur mendapatkan bunga. Perusahaan berhasil menciptakan nilai (Create Value) bagi pemilik modal dan menandakan kinerja keuangannya baik. Perusahaan selama ini belum menerapkan konsep EVA dalam pengukuran kinerja keuangan tetapi hanya menggunakan ratio finansial saja.
Tidak tersedia versi lain