CD-ROM
Dampak kenaikan BBM terhadap perdagangan saham di BEI (studi kasus pada perusahaan transportasi dan ekspedisi) (CD)
ABSTRAKSI
Isu kenaikan harga BBM merupakan informasi yang dirasa sangat tajam oleh para pelaku pasar di Bursa Efek Indonesia (BEI). Sejalan dengan pernyataan Morston (1996), suatu informasi dapat dilihat kualitas informasi yang terkait erat dengan muatan yang terkandung dalam informasi. Informasi kenaikan harga BBM ditangkap oleh para pelaku pasar mengandung muatan dengan dampak yang sangat luas. Kenaikan harga BBM menghawatirkan para pelaku pasar terutama karena adanya kecenderungan dampak ganda dalam jangka pendek terhadap aspek ekonomi serta aspek sosial. Kenaikan itu mempunyai pengaruh secara langsung dan tidak langsung terhadap kinerja perusahaan. Secara langsung menyebabkan kenaikan harga, terutama bahan produksi. Kenaikan biaya produksi akan menyebabkan margin laba perusahaan berkurang. Penurunan margin laba akan berdampak pada melemahnya harga saham di bursa.
Penelitian ini bertujuan untuk Mengidentifikasi apakah terdapat perbedaan Abnormal return saham antara sebelum dan sesudah peristiwa kenaikan harga BBM. Mengidentifikasi apakah terdapat perbedaan rata-rata volume perdagangan saham antara sebelum dan sesudah peristiwa kenaikan harga BBM. Populasi dalam penelitian ini seluruh perusahaan transportasi dan ekspedisi yang terdaftar di PT. Bursa Efek Indonesia. Sampel dalam penelitian ini adalah perusahaan transportasi dan ekspedisi. Dan yang diambil dalam penelitian ini adalah 7 perusahaan. Penelitian ini dilakukan dengan pengamatan pada tanggal 21 September 2005 sampai dengan tanggal 11 Oktober 2005 dengan menggunakan metode purposive sampling dengan kriteria perusahaan tersebut masih aktif diperjual belikan.
Penelitian ini mengamati tentang reaksi pasar terhadap pengumuman kenaikan harga BBM pada tanggal 30 September 2005 yang ditunjukkan dengan perubahan saham yang diproksikan dengan abnormal returnnya. Berdasarkan hasil analisis yang dilakukan, tampak bahwa harga saham yang dicerminkan oleh rata-rata abnormal return secara cepat menyesuaikan dengan perkembangan yang sedang terjadi, sehingga secara statistik tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara rata-rata return sebelum dan sesudah peristiwa. Hal yang sama juga ditunjukkan oleh volume perdagangan saham yang juga tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan antara volume perdagangan saham sebelum dan sesudah peristiwa. Jadi dapat disimpulkan bahwa investor tidak terpengaruh oleh kenaikan harga BBM. Hal ini disebabkan karena pelaku pasar modal telah mampu menilai bahwa pemerintah mampu memulihkan kondisi bangsa dan iklim berinvestasi di Indonesia. Pemerintah talah melakukan langkah-langkah yang memberikan rasa percaya pada masyarakat Indonesia bahwa pemerintah dapat memperbaiki perekonomian dan nasib bangsa yang telah terpuruk.
Tidak tersedia versi lain