CD-ROM
Peranan Capm untuk menetukan portofolio saham yang aktif di perdagangan pada BEJ (CD)
Abstraksi
Saat ini saham yang diperdagangkan di pasar modal Indonesia sangat banyak, saham-saham yang ditawarkan tersebut memiliki perbedaan dalam hal risiko dan keuntungan. Sehingga dibutuhkan kemampuan dan pengetahuan dari investor untuk memprediksi keuntungan yang diharapkan dan risiko yang akan ditimbulkan. Risiko yang ditimbulkan dari investasi saham mencerminkan tingkat keuntungan yang diharapkan. Para investor sering mengalami kesulitan dalam memprediksi saham mana yang menghasilkan keuntungan yang tinggi tetapi dengan risiko rendah. Salah satu alat yang dapat digunakan untuk mengestimasi return suatu sekuritas dengan baik dan mudah adalah Capital Asset Pricing Model (CAPM).
Adapun tjuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan portofilio saham berdasarkan Capital Asset Pricing Model (CAPM). Dengan berlandaskan pada teori-teori investasi, teori-teori portofolio dan teori pasar modal serta menggunakan hasil penelitian terdahulu.
Dengan menggunakan tekhnik analisa data Deskriftif Kuantitatif maka hasil dari penelitian ini adalah Analisis CAPM merupakan analisis yang menjelaskan dan memprediksi hubungan antara risiko sistematik dengan tingkat keuntungan yang diharapkan dari suatu saham. Analisis CAPM juga dapat bermanfaat memberikan gambaran bagi investor maupun calon investor dalam mengambil keputusan investasi yang menguntungkan. Dari 5 perusahaan yang di ambil sebagai sampel dalam penelitian ini, maka dapat dibuat 10 kombinasi portofolionya. Dari analisis yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa portofolio 7 merupakan portofolio efisien. Hal ini disebabkan karena risiko yang akan ditanggung oleh investor apabila menginvestasikan dananya pada portofolio ini paling rendah jika dibandingkan dengan kombinasi portofolio yang lain yaitu sebesar 0,15%. Keuntungan yang dijanjikan oleh portofolio ini merupakan hasil yang tinggi yaitu sebesar 74,94%. Sedangkan portofolio saham yang lain mengandung risiko yang cukup tinggi, sehingga investor yang umumnya tidak menyukai risiko (risk Averse) akan lebih aman jika menginvestasikan dananya pada portofolio 7.
Tidak tersedia versi lain