CD-ROM
Ananlisis rasio keuangan sebagai alat untuk menilai kinerja keungan pada perusahaan otomotif yang go public di BEJ (CD)
Untuk menilai kinerja perusahaan diperlukan suatu alat yang mampu memberikan informasi kepada pihak yang berkepentingan terhadap perkembangan perusahaan. Alat untuk menganalisis laporan keuangan adalah rasio keuangan. Analisis rasio keuangan sangat membantu dalam menilai prestasi manajemen masa lalu dan prospeknya dimasa datang. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk menganalisis rasio keuangan sebagai alat menilai kinerja keuangan pada Perusahaan Otomotif yang go public di Bursa Efek Jakarta.
Penelitian dilakukan pada 3 (tiga) Perusahaan Otomotif yang go public yaitu PT Branta Mulia Tbk, PT Astra International Tbk dan PT Gajah Tunggal Tbk. Periode penelitian tahun 2002 - 2006. Sumber data yang diperlukan ialah sumber data internal (neraca, laporan laba rugi, data prospektus) dan sumber data eksternal (literatur – literatur mengenai keuangan, hasil penelitian terdahulu). Teknik analisis rasio keuangan yang digunakan terdiri dari rasio likuiditas, rasio aktivitas, rasio leverage keuangan dan rasio profitabilitas.
Hasil Penelitian menunjukkan, pada rasio likuiditas yang paling baik ditunjukkan oleh PT Branta Mulia Tbk yang diukur dengan menggunakan rasio lancar dan rasio cepat dengan nilai rata-rata sebesar 282% dan 171%. Pada rasio aktivitas yang paling baik ditunjukkan oleh PT Astra International Tbk yang diukur dengan menggunakan perputaran persediaan, perputaran piutang dan perputaran aktiva tetap dengan nilai rata-rata sebesar 9 kali, 13 kali dan 34 kali sedangkan perputaran total aktiva dilihat dari nilainya yang selama 3 tahun diatas rata-rata. Pada rasio leverage keuangan yang paling baik ditunjukkan oleh PT Branta Mulia Tbk yang diukur dengan menggunakan rasio utang dan rasio utang terhadap ekuitas dengan nilai rata-rata paling rendah yaitu 45% dan 103%. Pada rasio profitabilitas yang paling baik ditunjukkan oleh PT Astra International Tbk yang diukur dengan menggunakan gross profit margin dan operating profit margin memberikan nilai rata-rata sebesar 23% dan 10% sedangkan net profit margin, return on asset dan return on equity dilihat dari nilainya yang lebih banyak diatas rata-rata.
Tidak tersedia versi lain