CD-ROM
Evaluasi penerapan akuntansi pertanggungjawaban terhadap pengendalian biaya produksi pada PT.Rikio Indonesia Purwodadi Pasuruan (CD)
ABSTRAKSI
Oleh: Cristin Ningsih
Dosen Pembimbing: Drs. Moch. Nafi’, M. Si.
Saat ini persaingan dalam dunia bisnis semakin ketat. Perusahaan berlomba-lomba untuk menjadi monopolis yang mampu menguasai pasar. Sistem informasi yang dirancang dengan baik harus memperlihatkan biaya produk guna mengkalkulasi biaya persediaan dan menentukan laba. Biaya dalam sistem akuntansi pertanggungjawaban dihubungkan dengan manajer yang memiliki wewenang untuk mengkonsumsi sumber daya. Akuntansi pertanggungjawaban mengonsentrasikan pada gagasan bahwa suatu organisasi semata-mata merupakan sekelompok orang-orang yang bekerja ke arah pencapaian tujuan umum. Dalam hal ini akuntansi pertanggungjawaban dibutuhkan oleh perusahaan khususnya dalam pengendalian biaya. Dengan sistem akuntansi pertanggungjawaban perusahaan mampu memperoleh informasi mengenai kinerja dari tiap-tiap bagian khususnya yang berhubungan dengan pusat biaya (cost center).
Permasalahan yang ada adalah ditujukan untuk mengevaluasi penerapan akuntansi pertanggungjawaban pada perusahaan sesuai dengan konsep Akuntansi Pertanggungjawaban dan untuk mengetahui penerapan Akuntansi Pertanggungjawaban terhadap pengendalian biaya produksi pada perusahan yang bersangkutan.
Variabel Opersionalnya meliputi Evaluasi Akuntansi Pertanggungjawaban dan Pengendalian Biaya Produksi. Sumber Data, Data primer dan Data sekunder. Teknik Pengumpulan Data, Dokumentasi, Observasi. Teknik Analisis Data menggunakan Analisis Struktur Organisasi Perusahaan, Analisis Terhadap Penyusunan Anggaran, Analisis Penggolongan Biaya, Analisis Sistem Akuntansi Biaya, Analisis atas sistem pelaporan biaya dan Analisis varians (selisih) biaya produksi Pada Kesimpulannya Perusahaan PT. Rikio Indonesia di dalam struktur organisasi perusahaan terdapat tanggung jawab ganda (Dual Responbility). Pada proses penyusunan anggaran biaya perusahaan masih belum melibatkan semua tingkatan manajer yang bersangkutan. Dalam Sistem Pelaporan Biayanya, masih belum menerapkan sesuai dengan sistem akuntansi pertanggungjawaban. Dalam hasil varians biaya produksi pada perusahaan selama satu periode terdapat adanya selisih, dengan rincian selisih merugikan atas harga bahan baku sebesar Rp. 48.913.440 dan selisih yang menguntungkan sebesar Rp. 11.527.500, selisih yang menguntungkan atas kuantitas bahan baku sebesar Rp. 27.346.000, tarif upah terjadi selisih yang menguntungkan sebesar Rp. 373.673,76, pada efisiensi upah terjadi selisih yang menguntungkan sebesar Rp. 357.391,68. Pada overhead pabrik terjadi selisih yang menguntungkan dengan rincian selisih pengeluaran sebesar Rp. 60.342.283, selisih kapasitas terjadi selisih yang menguntungkan sebesar Rp. 17.353.493.76, selisih efisiensi terjadi selisih merugikan sebesar Rp. 77.695.768,32.
Tidak tersedia versi lain