CD-ROM
Penerapan model analisis Altman (Model Z Score) untuk mendeteksi kebangkrutan perusahaan (Studi pada perusahaan di Sektor Industri Otomotif dan afiliasinya yang terdaftar di Bursa Efek Jakarta) (CD)
Analisis rasio keuangan terdiri dari beberapa rasio yang sangat berkontribusi dalam menilai kinerja keuangan perusahaan. Dengan mengetahui perkembangan atau kecenderungan dari tahun ke tahun dapat diketahui apakah perusahaan tersebut dalam keadaan bahaya kebangkrutan atau tidak. Hasil dari rasio keuangan ini tidak dapat langsung memberikan penilaian apakah bangkrut atau tidak tetapi dengan menggunakan analisis secara time series dapat diketahui perkembangan perusahaan dari tahun ke tahun pada masing-masing rasio, apakah rasio tersebut memiliki kecenderungan yang menurun dari tahun ke tahun atau mengalami kenaikan setiap tahunnya. Sedangkan menggunakan cross sectional dengan membandingkan setiap rasio tersebut dengan perusahaan lain yang sejenis, dengan menggunakan standar industri. Tujuan dari pembandingan dengan perusahaan sejenis yaitu untuk merangking mulai dari yang yang paling tinggi sampai yang paling rendah. Selain analisis rasio keuangan, analisis Z-Score (Altman) juga dapat digunakan dalam menilai kinerja keuangan perusahaan dan memprediksikan terhadap kegagalan bisnis (kebangkrutan). Analisis Z-Score ini memiliki nilai standar untuk mengklasifikasikan apakah perusahaan dalam keadaan sehat, rawan bangkrut atau dalam keadaan bangkrut. Penulis memilih analisis Z-Score ini karena melihat adanya keterbatasan dari analisis rasio keuangan dimana setiap rasio diuji secara terpisah. Adapun perumusan masalah yang dirumuskan dalam penelitian ini adalah ”Bagaimana kondisi kesehatan keuangan perusahaan dan pengelompokannya berdasarkan analisis Z-Score”
Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana perkembangan kinerja keuangan perusahaan otomotif dan afiliasinya yang telah go public di BEJ, apakah mengalami kenaikan atau penurunan selama periode 2004 dan 2005, dan bagaimana analisis Z-Score digunakan untuk mendapatkan penilaian mengenai tingkat kinerja keuangan perusahaan otomotif dan afiliasinya yang telah go public, serta membandingkan bagaimana tingkat kinerja keuangan perusahaan antar perusahaan otomotif dan afiliasinya yang go public untuk mengetahui prestasi antar perusahaan. Manfaatnya selain untuk pihak manajemen perusahaan serta untuk pihak-pihak yang berkepentingan terhadap perusahaan, antara lain investor atau calon investor, kreditur atau calon kreditur, pemegang saham, karyawan, Bapepam karena perusahaan otomotif yang diteliti oleh penulis adalah perusahaan otomotif yang go public, serta pihak lain yang terkait.
Penelitian ini menggunakan studi kasus pada PT.Astra Otoparts, PT.Selamat Sempurna, PT.Prima Alloy Steel, PT.Indospring, PT.Multi Prima Sejahtera, PT.Sanex Qianjiang Motor Internasional, PT.Goodyear Indonesia, PT.Sugi Samapersada, PT.Nipress dengan mengambil data sekunder dari Bursa Efek Jakarta yang diakses melalui laboratorium Pasar Modal Fakultas Ekonomi Universitas Merdeka, jenis data yang diambil adalah prospektus dan laporan keuangan masing-masing perusahaan otomotif selama dua tahun (2004-2005). Adapun Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis Z-Score (Altman).
Kesimpulan dari penelitian ini setelah dilakukan perhitungan dan dianalisis dengan menggunakan analisis Z-Score pada perusahaan otomotif yang go public dapat dinilai pada tahun 2004 ada satu perusahaan yang diprediksi dalam keadaan sehat, yaitu PT.Goodyear Indonesia Tbk. Sedangkan untuk tahun 2005 perusahaan yang diprediksi dalam keadaan sehat berjumlah tiga perusahaan yaitu PT.Selamat sempurna Tbk, PT.Sanex Qianjiang Motor Internasional Tbk dan PT.Goodyear Indonesia Tbk. Perusahaan yang diprediksi dalam keadaan rawan bangkrut pada tahun 2004 ada 6 perusahaan, yaitu PT.Astra Otoparts Tbk, PT.Selamat Sempurna Tbk, PT.Prima Alloy Steel Tbk, PT.Indospring Tbk, PT.Sanex Qianjiang Motor Internasional Tbk, PT.Sugi Samapersada Tbk. Untuk perusahaan yang mempunyai kemungkinan mengalami kebangkrutan berdasarkan rata-rata Z-Score pada tahun 2004 berjumlah dua perusahaan, yakni PT.Multi Prima Tbk, dan PT.Nipress. Dan pada tahun 2005 perusahaan yang mempunyai kemungkinan kebangkrutan mengalami perubahan yakni PT.Multi Prima Sejahtera Tbk dan PT.Indospring Tbk.
Saran dari penulis bagi perusahaan otomotif yang go public sebaiknya pihak manajemen merencanakan dan melakukan upaya penjadwalan kembali hutang perusahaan. Selain itu mengenai waktu jatuh tempo dan tingkat suku bunga maka diharapkan perusahaan tidak akan mengalami masalah pada saat pembayaran hutangnya. Jika berdasarkan perhitungan analisis kebangkrutan model Z-Score telah diprediksi bahwa perusahaan mempunyai kemungkinan mengalami kebangkrutan maka hendaknya pihak manajemen perusahaan dapat segera mengambil tindakan pencegahan. Kemudian bagi pihak eksternal perusahaan dapat menggunakan analisis rasio keuangan atau analisis Z-Score guna mengatahui perusahaan go public yang mempunyai kinerja baik dan dalam jangka penjang tiak mengalami kebangkrutan, sehingga dapat mengantisipasi resiko yang mungkin dihadapi. Dalam menggunakan analisis Z-Score pihak eksternal perusahaan harus memperhatikan mulai dari rasio likuiditas samapi rasio pasar.
Tidak tersedia versi lain