CD-ROM
Analisis tingkat keuntungan saham pada perusahaan rokok yang tercatat di BEJ dengan metode Capital Asset Pricing Model (CAPM) (CD)
Pasar modal mempunyai peranan yang sangat penting sebagai sarana penyaluran dana dari pemodal (pihak yang kelebihan dana) kepada perusahaan (pihak yang kekurangan dana), melalui penjualan saham dan obligasi. Salah satu saham yang di perjualbelikan dalam pasar modal adalah saham-saham perusahaan rokok. Pemilihan terhadap saham perusahaan rokok sebagai obyek penelitian dikarenakan saham perusahaan tersebut lebih diminati oleh investor dan memiliki harga saham yang relatif stabil. Seorang investor sebelum mengambil keputusan investasi harus memperhatikan dua hal yaitu keuntungan yang diharapkan (expected return) dan resiko (risk) yang terkandung dari alternatif investasi saham yang dilakukan. Metode yang digunakan untuk menentukan tingkat keuntungan dan resiko saham adalah Capital Asset Pricing Model (CAPM). CAPM adalah metode yang dapat menggambarkan hubungan antara resiko dan return secara lebih sederhana dan hanya menggunakan satu variabel (disebut juga variabel beta) untuk menggambarkan resiko. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis tingkat keuntungan (return) dan resiko (risk) masing-masing saham yang terdapat pada perusahaan rokok yang tercatat di Bursa Efek Jakarta.
Obyek yang digunakan dalam penelitian ini adalah seluruh perusahaan rokok yang listing di Bursa Efek Jakarta pada periode 2004-2005 yang terdiri dari PT. Gudang Garam Tbk, PT. H. M. Sampoerna Tbk, PT. BAT Indonesia Tbk dan PT. Bentoel Internasional Investama Tbk.
Hasil dari analisis tingkat keuntungan saham pada perusahaan rokok dengan metode Capital Asset Pricing Model (CAPM) dapat disimpulkan bahwa saham PT. Bentoel mempunyai beta kurang dari satu (β
Tidak tersedia versi lain