CD-ROM
Analisis pengaruh nilai kurs dollar (AS) dan tingkat suku bunga terhadap indeks harga saham gabungan di Bursa Efek Jakarta (CD)
Krisis moneter adalah kondisi yang tidak menguntungkan bagi Indonesia, khususnya pasar modal. Harga saham di Bursa Efek sempat turun hingga menyentuh nilai nominalnya, nilai tingkat bunga SBI tinggi, nilai tukar rupiah merosot tajam akibatnya Indeks Harga Saham Gabungan mengalami fluktuasi yang sangat besar. Faktor-faktor yang mempengaruhi harga saham khususnya faktor ekstern yang mempunyai pengaruh besar terhadap harga saham adalah tingkat suku bunga dan inflasi. Dengan adanya faktor-faktor yang mempengaruhi harga saham seperti yang tersebut di atas, peneliti akan memfokuskan obyek penelitian pada nilai tingkat bunga SBI dan nilai kurs dollar AS, dan pengaruhnya terhadap indeks harga saham gabungan (IHSG).
Penelitian ini bertujuan untuk memberikan bukti empirik apakah nilai tingkat bunga SBI dan nilai kurs dollar AS akan berpengaruh terhadap naik turunnya indeks harga saham gabungan (IHSG) dan mengetahui dari nilai tingkat bunga SBI dan nilai kurs dollar AS manakah faktor yang dominan berpengaruh terhadap Index Harga Saham Gabungan.
Dengan menggunakan analisis regresi linier berganda serta uji F dan uji t untuk menguji hipotesis didapatkan hasil didapatkan nilai koefisien regresi suku bunga SBI adalah negatif yang berarti semakin tinggi tingkat suku bunga SBI akan menyebabkan penurunan IHSG, demikian juga sebaliknya. Dari hasil analisis data didapatkan nilai koefisien kurs dollar AS terhadap rupiah adalah negatif yang berarti semakin tinggi kurs dollar akan menyebabkan penurunan IHSG, demikian juga sebaliknya. Hasil pengujian hipotesis I Hasil perhitungan diperoleh nilai Fhitung = 8,086 > Ftabel = 3,13 sehingga Ha diterima, jadi terbukti bahwa perubahan tingkat bunga SBI dan nilai kurs, secara simultan berpengaruh signifikan terhadap perubahan IHSG. Dari hasil pengujian dengan menggunakan uji t untuk menguji masing-masing variabel bebas, maka tingkat bunga SBI (X1) mempunyai pengaruh yang signifikan, tetapi nilai kurs dollar AS (X2) mempunyai pengaruh yang tidak signifikan terhadap IHSG dimana thitung < ttabel dan nilai signifikan lebih besar dari 0,05. Berdasarkan hasil perhitungan dapat diketahui bahwa faktor yang dominan yang mempengaruhi IHSG adalah tingkat bunga SBI.
Besarnya koefisien determinasi (R2) sebesar 0,192 dan setelah disesuaikan diperoleh nilai adjust R Square sebesar 0,168 artinya perubahan tingkat bunga SBI dan nilai kurs dollar, memberikan kontribusi terhadap perubahan IHSG sebesar 16,8% sedangkan sisanya sebesar 83,2% disebabkan oleh perubahan variabel lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini.
Tidak tersedia versi lain