CD-ROM
Pengendalian ketersediaan bahan baku kaolin guna mengefisienkan total biaya persediaan pada perusahaan keramik Soekardi Malang (CD)
Pentingnya suatu pengendalian bahan baku persediaan bagi setiap perusahaan adalah untuk menghindari terjadinya kelebihan dan kekurangan bahan baku yang diperlukan dalam proses produksi, baik itu perusahaan besar, menengah maupun perusahaan kecil. Oleh sebab itu setiap perusahaan haruslah dapat mempertahankan suatu jumlah persediaan yang optimum yang dapat menjamin kebutuhan bahan baku bagi kelancaran kegiatan perusahaan dalam jumlah dan mutu yang tepat serta dengan biaya yang serendah-rendahnya. Untuk dapat mengatur tersedianya suatu tingkat persediaan bahan baku yang dapat memenuhi kebutuhan dalam jumlah, mutu dan pada waktu yang tepat serta jumlah biaya yang rendah seperti yang diharapkan, maka diperlukan suatu sistem pengendalian persediaan bahan baku. Meskipun pengendalian persediaan bahan baku sangat diperlukan dan penting, namun tidak semua perusahaan dapat melakukan dengan baik.
Tujuan Penelitian, Untuk mengetahui gambaran tentang pengendalian atas persediaan bahan baku pada Perusahaan Keramik “Soekardi” Malang.Untuk mengetahui sejauhmana pengendalian persediaan bahan baku terhadap kelancaran proses produksi, khususnya persediaan bahan baku kaolin. Untuk mengetahui bagaimana analisis persediaan bahan baku kaolin yang tepat, guna mencapai kelancaran produksi pada Perusahaan Keramik “Soekardi” Malang.
Sumber Data, Data Primer, Data Sekunder, Teknik Analisa Data, Metode EOQ, Penentuan persediaan pengaman (Safety Stock) dan penentuan jumlah persediaan maksimum (Maximum Inventory Point), Menentukan titik pemesanan kembali (reoder point), Menentukan Perputaran Persediaan, Menentukan Periode Rata-rata Persediaan Tersimpan di Gudang.
Dari hasil perhitungan EOQ, Minimum Inventory, Reorder Point, Maximum Inventory, Menentukan perputaran persediaan, menentukan periode rata-rata, dapat diketahui laporan persediaan dan kebutuhan bahan baku untuk tahun 2007 dapat diketahui persediaan bahan baku kaolin yang harus ada adalah 45 kwintal sedangkan maximum persediaan yang ada adalah 564 kwintal dan pada saat persediaan bahan baku 90 kwintal perusahaan harus melakukan pemesanan kembali, pemesanan persediaan dalam satu tahun yaitu 8 kali dengan jumlah bahan baku yang paling ekonomis adalah 519 kwintal, dan persediaan bahan baku tersebut tersimpan di gudang selama 45 hari. Dengan sebesar 45 kwintal adalah merupakan persediaan yang harus ada di gudang sebagai cadangan (safety stock) untuk menjamin kelancaran proses produksi apabila perusahaan mengalami keterlambatan dalam penerimaan bahan baku yang dipesan.
Tidak tersedia versi lain