CD-ROM
Peranan sistem pengendalian manajemen untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi bagian produksi pada PG.Kebon Agung Malang (CD)
Kegiatan produksi merupakan salah satu fungsi dalam kegiatan perusahaan yang membutuhkan perencanaan dan pengendalian. Proses produksi melibatkan berbagai sumber yang merupakan tanggung jawab manajemen untuk dapat memanfaatkan dan mengelola sumber daya tersebut secara efisien. Pengendalian manajemen dalam bidang produksi merupakan suatu hal yang dipandang perlu mengingat peranannya dalam menunjang efisien dan efektivitas kegiatan produksi. Keberhasilan fungsi produksi sangat tergantung pada perencanaan dan pengendalian kegiatan produksi itu sendiri. Dalam suatu persaingan, adanya sistem pengendalian produksi yang dapat menunjang efisiensi merupakan keunggulan strategis perusahaan.
Penelitian ini bertujuan untuk memperbaiki penerapan sistem pengendalian manajemen dalam bidang produksi. Mengukur tingkat efisiensi dan efektivitas bagian produksi. Mengukur tingkat efisiensi melalui biaya yang digunakan sebagai tolak ukur untuk kegiatan produksi dan mengukur efektivitas dengan cara bagaimana perusahaan dapat melaksanakan tugas sejauh mana perusahaan tersebut memperoleh hasil yang dapat dicapai secara maksimum dan sesuai dengan yang diharapkan pada bagian produksi. Teknik analisis yang digunakan dalam sistem pengendalian manajemen adalah sebagai berikut : evaluasi pemrograman, evaluasi penganggaran/penyusunan anggaran, evaluasi operasi dan pengukuran, evaluasi pelaporan dan analisis, usulan-usulan perbaikan.
Berdasarkan hasil analisis dan keterangan data yang ada di PG Kebon Agung, pemrograman produksi yang terdapat pada PG Kebon Agung masih belum memperhatikan usulan dan pertimbangan yang disampaikan oleh bagian-bagian ain yang terkait dalam kegiatan produksi dan masih disesuaikan dengan program periode sebelumnya sehingga dalam pelaksanaannya tidak ada perkembangan yang cukup berarti. Dalam penyusunan anggaran PG. Kebon Agung menganut sistem bottom up yaitu mengikutsertakan bawahan dalam menyusun anggaran, akan tetapi penyusunan anggaran produksi masih terpaku pada peristiwa masa lalu sehingga peningkatan jumlah produk agak cukup lamban, untuk itu perusahaan perlu membentuk komite anggaran, karena bagian inilah yang mengetahui rancangan anggaran yang sebenarnya. Pelaporan dan analisis pada PG Kebon Agung dibuat oleh kepala bagian produksi yang menyajikan biaya-biaya yang terjadi selama kegiatan produksi tanpa penjelasan yang mendasari penyajian biaya tersebut. Selain itu tidak dilakukannya analisa terhadap selisih antara anggaran dan realisasi produksi untuk mengetahui ada tidaknya penyimpangan. Selain untuk mengetahui tingkat efisiensi dan efektivitas bagian produksi. Laporan yang dibuat harus sudah dilaporkan satu minggu setelah selesainya kegiatan produksi untuk mempercepat pimpinan dalam pengambilan keputusan.
Tidak tersedia versi lain