CD-ROM
Perlakuan akuntansi terhadap pendapatan dan biaya dalam kaitannya dengan kewajaran laporan keuangan pada perusahaan kontraktor PT.Citra Padutama Jakarta (CD)
Pada perusahaan kontraktor terdapat hal yang spesifik dalam menentukan waktu dari pendapatan dan biaya yaitu titik waktu dimana pendapatan dan biaya harus diakui dan dilaporkan. Pada umumnya pendapatan diakui pada saat realisasinya, tetapi dalam perusahaan kontraktor diperbolehkan mengakui pendapatan dan biaya selama berlangsungnya proses produksi, asalkan kondisi yang ada memenuhi persyaratan yang diperlukan. Dengan keadaan yang demikian ini, maka metode pengakuan pendapatan dan biayanya memerlukan perlakuan yang khusus pula dibandingkan dengan jenis perusahaan lain.
Dalam PSAK No. 34 terdapat dua metode pengakuan pendapatan dan biaya yaitu metode kontrak selesai dan metode persentase penyelesaian. (IAI, 2004:34.7). Jika perusahaan tersebut perusahaan jasa dengan kontrak jangka panjang maka pengakuan pendapatan dan biaya yang paling tepat adalah metode persentase penyelesaian. Sedangkan jika perusahaan tersebut perusahaan jasa dengan kontrak jangka pendek, maka pengakuan pendapatan dan biaya yang paling tepat adalah metode kontrak selesai. Masalah yang dihadapi oleh PT Citra Padutama di Jakarta sebagai perusahaan jasa yang bergerak di bidang konstruksi. PT Citra Padutama kurang memahami metode pengakuan pendapatan dan biaya atas suatu proyek. PT Citra Padutama mengakui pendapatan atas dasar metode kontrak selesai, walaupun tingkat penyelesaian pada akhir periode akuntansi belum memenuhi persyaratan termin yang tercantum dalam kontrak. Hal ini tentunya tidak sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan yang akan mengakibatkan laporan keuangan tidak dapat menunjukkan keadaan keuangan perusahaan yang sesungguhnya.
Kesalahan penggunaan metode pengakuan pendapatan yang digunakan oleh perusahaan, dimana perusahaan mengakui pendapatan berdasarkan metode kontrak selesai, sedangkan sampai 31 Desember 2005 ada proyek yang belum menerima penerimaan termin sama sekali namun biaya yang dikeluarkan selama proyek tersebut diakui sebagai biaya pada periode itu. Oleh karena itu laporan keuangan tidak dapat menunjukkan posisi keuangan perusahaan yang sebenarnya. Hal ini akan mengakibatkan ketidakwajaran dalam laporan keuangan. Dari gambaran di atas, penulis memilih metode persentase penyelesaian sebagai metode yang tepat untuk menyelesaikan masalah yang dihadapi oleh perusahaan.
Tidak tersedia versi lain