CD-ROM
Analisis laporan pertanggungjawaban sebagai evaluasi kinerja manajemen pada PT.Kali Jaya Putra Sidoarjo (CD)
Anggaran biaya yang selama ini dipakai oleh PT. Kali Jaya Putra Sidoarjo berlaku untuk waktu satu tahun. Dalam menyusun anggaran telah mempertimbangkan terlebih dahulu kondisi peralatan dan mesin-mesin yang digunakan untuk proses produksi, data realisasi anggaran biaya tahun yang relevan dengan keadaan sekarang, serta mempertimbangkan kondisi masa akan datang.
Penggolongan biaya dilakukan karena tidak semua biaya yang terjadi dalam suatu bagian dapat dikendalikan oleh manajer bagian tersebut, maka hanya biaya-biaya terkendali sajalah yang harus dipertanggungjawabkan olehnya. Dasar penggolongan biaya terkendali, yaitu : 1) Biaya dapat dipengaruhi secara signifikan oleh kepala bagian suatu pusat pertanggungjawaban dan yang bertanggung jawab atas biaya tersebut adalah masing-masing kepala bagian suatu pusat pertanggungjawaban dalam hal ini bagian bahan baku, bagian ikat/ anyaman, bagian perkayuan, bagian finishing, bagian gosok, bagian karton.2) Dasar penggolongan biaya terkendali, yaitu, biaya yang tidak dapat dipengaruhi secara signifikan oleh manajer suatu pusat pertanggungjawaban, karena kebijaksanaan biaya tersebut telah ditentukan oleh pimpinan dan yang bertanggung jawab atas biaya tersebut adalah pimpinan puncak.
Dari analisis selisih bahan baku kayu terjadi selisih antara anggaran dan realisasi. Agar tidak terjadi penyimpangan antara anggaran dan realisasi yang telah ditetapkan dengan realisasinya. Agar prestasi tersebut tidak diulang pada periode berikutnya sesuatu dengan tujuan perusahaan, maka manajer yang bersangkutan melakukan koreksi dan pengawasan atas kinerja bawahannya.
Dari laporan pertanggungjawaban yang dibuat masing-masing seksi bahan baku telah terjadi selisih laba pada bahan baku kayu dan rotan. Pemisahan biaya terkendali dan biaya tidak terkendali belum ada, sehingga penggolongan biaya tiap-tiap bagian pada seksi produksi belum sesuai, untuk hal ini maka perusahaan dalam melakukan penggolongan biaya harus disesuaikan dengan dapat tidaknya biaya tersebut dikendalikan oleh masing-masing kepala bagian, agar biaya yang sesungguhnya bisa dikendalikan oleh penanggung jawab pusat pertanggungjawaban yang dilaporkan, sedangkan biaya yang tidak bisa dikendalikan oleh pimpinan pusat pertanggungjawaban bukan merupakan inti laporan pertanggungjawaban. Dalam menyusun laporan pertanggungjawaban telah menunjukkan adanya anggaran, realisasi dan selisih. Namun kelemahan dari laporan ini belum adanya pemisahan atas biaya terkendali dan biaya tak terkendali sehingga sulit untuk mengukur prestasi kerja bagian produksi.
Tidak tersedia versi lain