CD-ROM
Pelaksanaan quality control dalam usaha mencapai target produksi pada perusahaan paving stone Indah cemerlang Singosari Malang (CD)
Suatu perusahaan merupakan suatu bentuk organisasi berorientasi dan bertujuan untuk memperoleh laba atau profit yang maksimum. Hal ini sangat penting untuk menjaga kontinuitas kehidupan dalam rangka mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Mengingat semakin ketatnya perkembangan perekonomian seperti saat ini dimana menjadi persaingan yang sangat kompetitif di kalangan perusahaan yang menghasilkan produk sejenis, maka perusahaan dituntut untuk menghasilkan produk dengan mutu yang baik.
Dengan adanya kemajuan saat ini, maka konsumen semakin kritis dan selektif dalam melakukan pembelian terhadap produk yang dihasilkan perusahaan. Hanya pada produk yang benar-benar memiliki kualitas baik saja yang menjadi pilihan konsumen. Sehingga dalam usaha meriah kemenangan produk dari perusahaan di dalam persaingan, maka perusahaan harus benar-benar memperhatikan kualitas produknya. Salah satu faktor yang sangat menentukan dan berpengaruh terhadap usaha perusahaan dalam menghasilkan produk yang bermutu adalah dengan melakukan pengawasan kualitas (quality control)
Pengawasan ini dilaksanakan oleh perusahaan selama dalam kegiatan proses produksi dan setelah kegiatan produksi atau sampai produk jadi. Hanya permasalahan timbul umumnya dapat diketahui setelah produk tersebut jadi. Hal tersebut diketahui dengan standar ketentuan atau spesifikasi produk yang telah ditetapkan oleh perusahaan, meskipun semua sarana dan prasarana yang dibutuhkan untuk melaksanakan kegiatan proses produksi telah dipenuhi, tetapi apabila tidak terdapat pelaksanaan pengawas kualitas baik, maka akan menghasilkan produk jadi yang tidak sesuai dengan yang diharapkan perusahaan.
Dalam melaksanakan kegiatan proses produksinya, perusahaan Paving Stone “Indah Cemerlang” Malang, kurang baik dalam melaksanakan pengawasan kualitas (Quality Control). Hal ini mengakibatkan perusahaan mengalami penurunan dalam kualitas. Sedangkan penyebab timbulnya masalah adalah tidak adanya pengawas khusus pengawasan kualitas, sehingga kegiatan pengawasan kualitas dalam proses produksi kurang dan tidak digunakannya metode pengawasan kualitas yang tepat.
Berdasarkan evaluasi terhadap beberapa alternatif pemecahan masalah, maka pemecahan masalah yang dipilih adalah membentuk (merekrut) bagian khusus pengawas kualitas dalam proses produksi, langsung dibawah direktur sebanyak 2 orang, dimana perusahaan juga harus menetapkan tingkat kerusakan yang terjadi maksimal 3%.
Tidak tersedia versi lain