CD-ROM
Pelaksanaan pengawasan kualitas produk pada pabrik konveksi PT. Kasih Karunia Sejati Bandulan Malang (CD)
Berhasil tidaknya suatu perussahaan pada dasarnya ditandai dengan kemampuan manajemen dalam melihat adanya kesempatan dan kemungkinan adanya peluang di masa yang akan datang. Untuk itu pengendalian / pengawasan terhadap kualitas produk adalah mutlak dilakukan perusahaan agar hasil produksi dapat memenuhi standar yang telah ditetapkan. Tanpa pengawasan akan berakibat kualitas dan kuantitas produksi menjadi menurun. Sehingga konsumen kurang tertarik terhadap produk yang dihasilkan dan konsumen akan beralih ke produk lain yang kualitasnya lebih baik. Agar perusahaan tidak mengalami kerugian yang besar bagi perusahaan, agar hal tersebut tidak terjadi maka perlu adanya pelaksanaan pengawasan kualitas untuk mengurangi tingkat kerusakan produk akhir yang dihasilkan. Oleh karena itu peranan penting dan pengawasan kualitas sangat diperlukan untuk tindakan pencegahan dari produk akhir yang rusak.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana pelaksanaan pengawasan kualitas Pabrik Konveksi PT. Kasih Karunia Sejati Bandulan Malang agar dapat mencapai target produksi dan untuk mengetahui apakah pengawasan kualitas yang dilakukan oleh Pabrik Konveksi PT. Kasih Karunia Sejati Bandulan sudah efektif. Teknik analisis yang digunakan adalah teknik pengawasan kualitas secara statistik dengan menggunakan rumus P Chart dan menentukan Control Chart dengan grafik yaitu dengan menentukan batas pengawasan atas dan batas pengawasan bawah yang dibandingkan dengan batas pengawasan standar normal dengan rumus Control Chart.
Berdasarkan hasil pembahasan penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan pengawasan kualitas yang dilaksanakan perusahaan konveksi PT. Kasih Karunia Sejati Malang selama ini belum dapat mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Hal ini terlihat dari persentase kerusakan dari tahun 2001 – 2005 lebih dari standar yang telah ditentukan yaitu 1,5%. Penyebabnya adalah tenaga pengawas pada perusahaan konveksi PT. Kasih Karunia Sejati Malang yang dimiliki oleh perusahaan kurang memadai untuk melaksanakan pengawasan pada bagian proses produksi serta belum digunakannya teknik pengawasan mutu. Pengawasan kualitas pada tingkat kerusakan produk pada PT. Karunia Sejati Bandulan sudah dilaksanakan tetapi masih belum efektif. Biaya produk rusak sebelum adanya penambahan tenaga pengawas sebesar Rp. 206.491.100, sedangkan dengan adanya penambahan tenaga pengawas sebanyak 3 orang, maka dapat menghemat pemborosan biaya sebesar Rp. 181.290.100.
Tidak tersedia versi lain