CD-ROM
Analisis perbedaan pendapatan yang diterima sopir angkutan umum antara sebelum dan sesudah kenaikan BBM di kota Malang : studi kasus pada angkutan umum jalur MM (CD)
Pada masa sekarang ini, kebutuhan akan jasa transportasi sangat sekali dibutuhkan, karena transportasi juga merupakan salah satu faktor yang ikut membantu memperlancar perekonomian baikitu untuk daerah maupun untuk Nasional. Dengan adanya pembangunan perhubungan diharapkan akan memperlancar perekonomian, memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa dalam rangka perwujudan wawasan nusantara serta semakin meningkatnya ketahanan nasional.
Pembangunan diarahkan untuk meningkatkan kemampuan perhubungan yang lebih luas, aman,lancar, cepat dan efisien. Kebutuhan manusia sehubungan dengan perkembangan teknologi dan ilmu pengetahuan, saat ini telah dikembangkan berbagai jenis sarana transportasi yang meliputi darat, laut, udara. Siregar (1990:4), dalam hal ini membedakan alat angkutan dalam lima kelompok yang merupakan angkutan kereta api (rail road/railway), angkutan motor dan jalan raya (motor/road/higwaytransportation),angkutanlaut(water/sea transportasion), angkutan udara (air transportasion), dan angkutan pipa(pipe live transportation).
Sehubungan dengan adanya kenaikan BBM yang ditetapkan oleh pemerintah pada tanggal 1 Oktober 2005, maka secara langsung akan berpengaruh terhadap pendapatan yang diperoleh pengemudi angkutan. Oleh karena itu penulis berkeinginan untuk mengetahui apakah ada perbedaan pendapatang yang diterima oleh para pelaku khususnya angkutan darat yaitu angkutan umum jalur MM yang ada dikota Malang.
Adapun tujuan dari penelitian ini adalah:1).Untuk mengetahui gambaran pendapatan yang diperoleh supir angkutan umum sebelum dan sesudah kenaikan BBM.2).Untuk mengetahui perbedaan pendapatan yang diperoleh supir angkutan umum sebelum dan sesudah kenaikan BBM.3).Untuk mengetahui faktor lain yang mempengaruhi pendapatan supir angkutan umum selain kenaikan BBM. Populasi dalam penelitian ini adalah sopir angkutan umum jalur MM yang ada dikota Malang yaitu sebanyak 78 orang dengan sampel yang diambil sebanyak 30 orang. Teknik pengambilan sample dilakukan dengan teknik simple random sampling karena sampelnya bersifat homogen.
Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah:1). Untuk mengetahui besarnya pendapatan kotor (TR)yang diterima oleh sopir angkutan umum digunakan rumus: π = TR-TC. 2). Alat analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji beda rata-rata.
Dari hasil penelitian dan analisis diperoleh bahwa besarnya pendapatan yang diperoleh sopir angkutan umum sangat tergantung pada jumlah biaya dan setoran (TC). Selanjutnya berdasarkan hasil analisis dengan menggunakan uji beda rata-rata diperoleh nilai Zhitung > Ztabel. ( 3,58 >1,96). Sehingga dapat diperoleh ketahui bahwa ada perbedaan pendapatan yang signifikan antara sebelum dan setelah kenaikan BBM.
Faktor-faktor yang mempengaruhi adanya perbedaan selain kenaikan BBM tersebut adalah naiknya tarif angkutan, turunnya harga jual sepeda motor, dan kenyamanan serta pelayanan dari angkutan. Dengan demikian diharapkan agar pemerintah dalam membuat suatu kebijakan harus betul-betul memperhatikan kondisi dan keadaan dari masyarakat, sehingga kebijakan yang ditetapkan tersebut dapat berjalan dengan baik. Serta bagi pengemudi angkutan agar lebih memperhatikan kenyamanan yang diberikan pada
Tidak tersedia versi lain