CD-ROM
Tinjauan terhadap kerusuhan dalam hooliganisme : studi di wilayah kota Malang (CD)
Sejalan dengan perkembangan jaman, pola perilaku menyimpang dari norma-norma yang hidup , tumbuh, dan berkembang dalam masyarakat menunjukkan adanya peningkatan baik dari segi kuantitas maupun kualitas yang mengarah pada perbuatan kriminal. Banyak hal yang menjadi indikator munculnya masalah tersebut sehingga dapat menghasilkan perubahan sosio kultural yang ada. Ketidakmampuan sementara pihak untuk dapat menyerap hal-hal yang positif dari hasil interaksi masyarakat luas menambah semakin banyaknya perbuatan yang menyimpang dari norma-norma yang ada diantaranya adaAlah norma hukum.
Sebagai contoh, bentuk penyimpangan pola perilaku yang menjurus kearah perbuatan kriminal adalah adanya Hooliganisme dalam dunia persepakbolaan di Indonesia saat ini. Hooligan yang pada awalnya lahir dan sudah ada di Inggris sejak abad ke 19 ini adalah kumpulan suporter fanatik suatu tim sepak bola yang selalu membuat keonaran dan keributan. Tidak hanya kerugian materi yang ditimbulkan oleh ulah para Hooligan ini karena tidak sedikit korban jiwa yang harus “mati sia-sia” dalam usaha mendukung tim kesayangannya.
Seiring dengan perkembangan sepak bola lokal, pengadaptasian Hooliganisme pun mulai dilakukan oleh sebagian kelompok suporter meskipun Hooliganisme di Indonesia tidak separah yang terjadi di Inggris maupun negara-negara Eropa tapi tidak menutup kemungkinan jika fenomena Hooliganisme di Indonesia akan menjadi suatu permasalahan yang sangat serius karena sifatnya yang destruktif dan melanggar norma hukum yang berlaku.
Beberapa faktor penyebab tentang timbulnya Hooliganisme mulai terasa dibutuhkan, hal ini dalam usaha untuk memutus mata rantai kerusuhan yang dilakukan oleh suporter sepak bola. Adanya kesenjangan sosial, kurang patuhnya suporter terhadap aturan atau norma hingga kurang bagusnya kinerja panitia penyelenggara pertandingan merupakan sebagian dari banyak faktor penyebab kerusuhan suporter. Untuk mengatasi masalah ini di perlukan adanya suatu kerja sama dan koordinasi yang baik antara pihak terkait diantaranya pihak keamanan, tim pembinaan olah raga sepak bola, dan kelompok suporter itu sendiri.
Apabila semua komponen tersebut bisa bekerjasama dan mengetahui perannya maka suasana aman dan tertib akan tercipta di dalam stadion ketika pertandingan berlangsung maupun di luar stadion ketika pertandingan telah usai.
Tidak tersedia versi lain