CD-ROM
Representasi kehidupan lesbian dalam media : analisis wacana terhadap film detik terakhir (CD)
Peneliti tertarik menganalisis topik tentang representasi kehidupan lesbian dalam media film ini, karena wacana yang berkembang menjadikan realitas, bahwa perilaku homoseksual (gay dan lesbian) merupakan perilaku yang menyimpang dan pantas untuk dikucilkan masyarakat. Pernyataan tersebut diperkuat kebenarannya melalui media yang sebenarnya hanya dimiliki sekelompok orang tertentu yang bertujuan untuk memarjinalkan sekelompok tertentu (misalnya, buruh, wanita, petani, homoseksual). Berdasarkan uraian latar belakang tersebut diatas, maka yang menjadi rumusan permasalahannya adalah : Bagaimana representasi lesbianisme melalui analisis wacana dalam film “Detik Terakhir” melalui dialog dan akting yang ditampilkan ?
tujuan penelitian adalah : Mengetahui konsep analisis wacana terutama dalam representasi lesbian pada film “Detik Terakhir” melalui pandangan penonton ataupun penyampaian maksud dan tujuan film itu sendiri. Kegunaan penelitian ini dapat digunakan masyarakat sebagai tambahan wacana mengenai kehidupan lesbian.
Penelitian ini menggunakan metode : Deskriptif Kualitatif dengan menggunakan analisis wacana model Sara Mils, antara lain : Mengklasifikasikan atau mengkategorikan data yang ada berupa kata, kalimat, bahasa serta gambar yang ada pada sampel yang sesuai model Sara Mills. Penelitian ini dengan cara melihat langsung film Detik Terakhir yang kemudian direduksi dan diteliti sesuai model analisis wacana model Sara Mills.
Dari hasil penelitian Pada film “Detik Terakhir” ini, konsep lesbian yang diangkat melalui analisis Sara Mills menunjukkan kepada para penonton bahwa seorang Lesbian jangan dipandang sebelah mata sebagai orang yang hina di dalam masyarakat. Namun disini Sara Mills menunjukkan beberapa faktor yang melatarbelakangi dan unsur-unsur yang menunjukkan bahwa seorang lesbian tidak perlu dibenci ataupun dikucilkan. Dan kondisi wanita secara termarjinal adalah sebagai sosok manusia yang lemah dan tidak terlalu kuat menghadapi masalah kehidupan seperti dominasi laki-laki juga adanya kekerasan rumah tangga yang dihadapi oleh mereka.
Tidak tersedia versi lain