CD-ROM
Peran kiai sebagai komunikasikator politik dalam pembangunan Suramadu (CD)
Kuatnya pengaruh kiai dalam sistem sosial masyarakat madura menjadi salah satu yang melatar belakangi penelitian ini karena disamping itu banyak sekali kiai yang aktif di struktur politik praktis baik eksekutif maupun legislatif di kabupaten Bangkalan yang menjadi lokasi penelitian ini. Sehingga dalam penelitian ini penulis ingin mengetahui bagaimana peran kiai yang aktif di struktur politik dalam menjalankan fungsi sebagai komunikator politik pada pembangunan Suramadu yang sampai saat ini mengalami banyak hambatan.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana peran kiai yang aktif di struktur politik dalam menjalankan fungsi sebagai komunikator politik pada pembangunan Suramadu. Adapun manfaat dari penelitian ini secara teoritis diharapkan mampu memberikan sumbangan ilmu pengetahuan dan wacana baru dibidang Ilmu komunikasi khususnya komunikasi politik. Manfaat secara praksis sebagai sarana memperluas wawasan dan pengetahuan sebagai mahasiswa jurusan Ilmu Komunikasi dan memberikan pengetahuan tentang peran kiai dalam pembangunan Suramadu serta ikut berpartisipasi dalam mensukseskan pembangunan tersebut.
Penelitian ini menggunakan metode pendekatan deskriptif kualitatif dengan cara mendeskripsikan secara terperinci mengenai peran kiai sebagai komunikator politik pada pembangunan Suramadu serta mengembangkan konsep dan menghimpun data tetapi tidak melakukan pengujian hipotesis. Penelitian ini dilakukan di Kabupaten Bangkalan, sedangkan populasinya adalah kiai yang aktif di struktur politik praktis baik di eksekutif, legislatif maupun parpol. Informan dalam penelitian ini adalah Drs. KH. M. Syafik Rofi’i, Drs. KH. M. Jamhuri, KH. Mukaffi SH, KH. Abd. Razak Hadi, KH. Abd. Kadir Rofi’i SH, Ir. KH. Syarbini Makki, Drs. KH. Abdul Jalil Tolha, KH. Mujtabe Abdullah, dan Drs. KH. Muktafi.
Dari hasil penelitian ini diketahui bahwa kiai sebagai komunikator politik mempunyai peran dalam melakukan sosialisasi kepada masyarakat tentang pembangunan Suramadu, melakukan lobi politik terhadap pemerintah pusat dan beberapa tokoh masyarakat untuk mensukseskan pembangunan fisik, peran dibidang pendidikan dengan mengupayakan adanya BLK dan sekolah kejuruan untuk mencetak tenaga profesional, mengupayakan adanya sekolah kejar paket, penambahan kurikulum pesantren dengan memasukkan pengetahuan umum peran yang lain adalah berpartisipasi dalam perumusan mengnai undang-undang RTRW, rencana pembuatan undang-undang tentang sosial budaya Madura serta kebijakan pengadaan pasar induk sebagai pengembangan pasar tradisional yang dijadikan pusat perekonomian masyarakat dalam menghadapi pembangunan Suramadu.
Tidak tersedia versi lain