CD-ROM
Analisis biaya overhead pabrik sebagai alat pengendalian biaya pokok produksi pada perusahaan gula Kebon Agung Malang (CD)
Biaya overhead pabrik suatu elemen biaya produksi selain biaya bahan baku, dan biaya tenaga kerja langsung yang terdiri dari berbagai macam biaya dan semuanya tidak dapat atau sulit diperhitungkan secara langsung kepada produk yang dihasilkan oleh perusahaan. Biaya overhead pabrik mempunyai peran yang sama dengan biaya produksi langsung dalam kedudukannya sebagai suatu pengorbanan yang diperlukan untuk menghasilkan produk atau jasa pada setiap perusahaan, karena semua produk yang dihasilkan menikmati manfaat biaya overhead pabrik maka diperlukan suatu dasar pembebanan yang tepat untuk tujuan perhitungan harga pokok produksi. Pembebanan biaya overhead pabrik yang tidak tepat akan mengakibatkan tidak tepatnya penentuan harga pokok produksi yang akan mempengaruhi pihak manajemen dalam pengambilan keputusan.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Analisis Biaya Overhead Pabrik sebagai Alat pengendalian Harga Pokok Produksi pada Perusahaan Gula Kebon Agung Malang. Teknik analisis yang digunakan dengan 1) pendekatan kualitatif, analisa data yang berbentuk usulan kata-kata atau kalimat dimana dari kalimat tersebut diperoleh suatu kesimpulan dengan mengadakan pendekatan baik secara teoritas maupun pemikiran logis untuk memecahkan masalah secara tepat dan 2) pendekatan kuantitatif, analisa data terhadap hasil penelitian yang diklasifikasikan menurut kriteria atau pola tertentu kemudian dianalisa. Adapun langkah-langkahnya adalah : menentukan tarif biaya overhead pabrik dengan menentukan analisa selisih biaya overhead pabrik dengan menggunakan metode 2 selisih, metode 3 selisih dan metode 4 selisih.
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, maka dapat disimpulkan bahwa analisis selisih untuk biaya produksi yaitu sebagian besar tidak menguntungkan. Namun perusahaan tidak membuat analisis selisih biaya produksi setiap tahunnya, sehingga perusahaan mengalami kesulitan dalam mengetahui ada atau tidaknya penyimpangan yang terjadi pada biaya produksi dan menilai kinerja di bagian produksi. Hal ini mengakibatkan rencana yang dihasilkan menjadi kurang cermat dalam menganalisis biaya produksi.
Tidak tersedia versi lain