CD-ROM
Analisis break even point sebagai alat perencanaan laba jangka pendek pada pabrik gula Kebon agung malang (CD)
Suatu perusahaan pada hakikatnya didirikan untuk jangka waktu yang tidak terbatas, sehingga tidak satu pun perusahaan yang tidak menginginkan usahanya itu tumbuh dan berkembang terus sepanjang masa. Walaupun demikian, sejak awal perusahaan senantiasa dihadapkan pada berbagai masalah. Oleh karena itu, pihak manajemen perusahaan dituntut untuk memiliki kepekaan dan ketelitian dalam pengambilan keputusan, baik jangka pendek maupun jangka panjang. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah menentukan tingkat penjualan minimum agar perusahaan tidak menderita kerugian dan membuat perencanaan laba jangka pendek berdasarkan Analisis Break Even Point.
Alat analisis yang digunakan dalam penulisan ini yaitu Analisis BEP (Break Event Point Analysis) dimana analisis ini merupakan salah satu bagian yang dibahas dalam Analisis Biaya Volume Laba dan merupakan parameter yang bermanfaat untuk perencanaan laba jangka pendek. Analisis break even point adalah suatu cara untuk mengetahui volume penjualan minimum agar suatu usaha tidak menderita rugi, tetapi juga belum memperoleh laba, dengan kata lain labanya sama dengan nol. Dalam analisis ini harus diklasifikasikan dahulu biaya-biaya menurut perilakunya yaitu biaya tetap, biaya variable, dan biaya semivariabel.
Dalam penulisan ini, penulis melakukan penelitian pada Pabrik Gula Kebon Agung Malang, masalah yang ada pada perusahaan tersebut yaitu pihak manajemen perusahaan belum menggunakan analisis yang tepat dalam melakukan perencanaan laba jangka pendek, sehingga pihak manajemen perusahaan belum mengetahui dengan pasti berapa penjualan yang harus dilakukan agar perusahaan dapat mencapai target laba yang diinginkan. Adapun hasil penelitian yang penulis lakukan yaitu break even point Pabrik Gula Kebon Agung adalah senilai Rp 175.784.102.704,41 atau sama dengan penjualan produk sebesar 603.054,77 kw. Penurunan penjualan yang boleh terjadi (margin of safety) agar Pabrik Gula Kebon Agung tidak menderita kerugian adalah sebesar 55,43%(dari rencana penjualan) untuk produk gula dan 56,24%(dari rencana penjualan) untuk produk tetes. Bila perusahaan ingin mencapai laba yang ditargetkan maka perusahaan harus melakukan penjualan sebesar Rp.615.037.690.993,63 atau sama dengan penjualan produk sebesar 2.082.645,33.kw
Tidak tersedia versi lain