CD-ROM
Peranan laboratorium forensik dalam pembuktian suatu kasus tindak pidana pembunuhan dengan menggunakan senjata api : studi di laboratorium forensik cabang Surabaya Polda jatim, Polresta Malang dan RSU dr.Saiful Anwar Malang (CD)
Seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, maka akan berkembang pula cara-cara kejahatan, demikian pula dengan cara-cara dalam pembuktian. Salah satu alat yang bertugas memeriksa barang bukti dengan menggunkan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk membantu proses pembuktian adalah Laboratorium Forensik. Salah satu tindak pidana di kota Malang diantaranya tindak pidana pembunuhan dengan menggunakan senjata api. Hal ini menunjukkan bahwa senjata api merupakan senjata untuk membunuh dan menghilangkan nyawa orang lain, baik dengan disengaja ataupun tidak disengaja serta pelaku dari tindak pidana tersebut bisa dari warga sipil ataupun dari aparat sendiri yang dengan mudah mendapat senjata api tersebut. Para penyidik tentu akan berusaha untuk menemukan barang bukti dan juga sekaligus menemukan pelakunya. Kasus-kasus kejahatan tidak selalu terjadi dimana terdapat saksi hidup yang menyaksikannya. Keadaan ini mendorong para penegak hukum dan orang-orang yang menaruh perhatian terhadap kehidupan masyarakat, untuk menciptakan dan mengembangkan cara-cara atau metode-metode dan penyidikan terhadap pelaku kejahatan terutama bagi pelaku tindak pembunuhan. Salah satu cara yang dipakai oleh para aparat penegak hukum adalah dengan bantuan Laboratorium Forensik. Sekecil apapun barang bukti yang ditemukan di Tempat Kejadian Perkara (TKP) tentu akan sangat berarti bagi penyidikan. Barang bukti yang ditemukan karena adanya suatu tindak pidana harus diteliti dan diperiksa dengan cermat. Untuk memeriksa dan meneliti barang bukti yang ditemukan, maka barang bukti tersebut dikirimkan kepada Laboratorium Forensik. Barang bukti yang telah diperiksa tersebut hasilnya akan digunakan di Pengadilan sebagai alat bukti untuk membuktikan apakah terdakwa terbukti bersalah atau tidak.
Berdasarkan uraian diatas, maka akan timbul suatu pertanyaan, Bagaimanakah peranan Laboratorium Forensik dalam pembuktian suatu kasus tindak pidana pembunuhan dengan menggunakan senjata api dan apa sajakah yang menjadi hambatan-hambatan bagi Laboratorium Forensik dalam pembuktian tindak pidana pada umumnya.
Peranan Laboratorium Forensik dalam pembuktian tindak pidana pembunuhan dengan menggunakan senjata api adalah suatu tindakan yang dilakukan oleh seseorang dalam suatu peristiwa dimana tindakan tersebut dilaksanakan dalam suatu tempat dengan tujuan untuk menyelidiki atau meneliti segala sesuatu yang berkaitan dengan pengadilan terutama tentang tindak pidana pembunuhan dengan menggunakan senjata api.
Penulisan skripsi ini bertujuan untuk membuktikan apakah Laboratorium Forensik benar-benar berperan dalam pembuktian tindak pidana pembunuhan dengan menggunakan senjata api. Penelitian dilakukan dengan cara melakukan wawancara terhadap petugas Polresta Malang, petugas Laboratorium Forensik di Laboratorium Forensik cabang Surabaya dan petugas Instalasi Kedokteran Forensik (IKF). Kemudian data yang didapat akan disusun dan dianalisa berkaitan dengan peranan Laboratorium Forensik dalam pembuktian suatu kasus tindak pidana pembunuhan dengan menggunakan senjata api.
Berdasarkan hasil penelitian dan analisa dapat disimpulkan bahwa hambatan yang ditemui pihak Laboratorium Forensik dalam kaitannya dengan peranan Laboratorium Forensik sebagai alat bukti adalah bahwa kurang cermat atau telitinya pihak penyidik dalam cara-cara penanganan barang bukti dan pemenuhan syarat-syarat yang diminta oleh Laboratorium Forensik. Juga kurangnya dana dalam penyediaan peralatan dan peningkatan sumber daya manusia.
Tidak tersedia versi lain