CD-ROM
Studi kinerja armada angkutan mikrolet jalur ASD dan AT sebagai angkutan umum di kota Malang (CD)
Angkutan umum perkotaan sebagai bagian dari sistem transportasi merupakan salah satu kebutuhan pokok masyarakat dan merupakan bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan kota pada umumnya. Kebutuhan angkutan umum sangat dibutuhkan, namun apabila tidak ditangani dengan benar akan menjadi masalah bagi kehidupan kota itu sendiri. Jumlah angkutan kota Malang berdasarkan data di Dinas Perhubungan Kota Malang untuk trayek ASD 46 buah dan AT 53 buah armada. Permasalahan yang timbul adalah apakah jumlah trayek ASD dan AT sudah sesuai dengan kebutuhan pengguna angkutan kota Malang. Secara umum transportasi didefinisikan sebagai pemindahan atau pergerakan barang dan orang dari satu wilayah ke wilayah lain. Dari sinilah terdapat 3 hal yang saling berhubungan yaitu muatan, kendaraan, dan jalan. Jenis angkutan umum yang sekarang digunakan untuk melayani pergerakan didalam kota adalah mikrolet yang berdaya tampung 12 orang. Dalam hal ini yang dijadikan parameter kinerja angkutan kota adalah distribusi, waktu sirkulasi, waktu henti kendaraan, waktu antar kendaraan. Perbandingan jumlah kendaraan yang beroperasi dengan jumlah armada kendaraan yang ada, faktor muat (load factor) untuk menghitung load factor dengan rumus sedangkan untuk mengetahui hubungan antara jumlah penumpang dan angkutan kota di peroleh dari pengolahan analisa regresi dengan rumus . Dari perhitungan didapat load factor untuk trayek ASD sebesar 74% dan trayek AT sebesar 77% dan dari hasil regresi diketahui rata-rata hubungan antara jumlah penumpang dan angkutan kota sangat kuat positif . Metode yang digunakan dalam pengumpulan data dengan mengamati secara langsung dilapangan, untuk data-data primer yaitu volume lalu lintas kendaraan, jumlah penumpang naik turun / kedatangan keberangkatan kendaraan, sedangkan untuk mendapatkan data pendukung diperoleh dari Dinas Perhubungan dan Badan Pusat Statistik Kota Malang.
Dalam Studi ini dianalisa mengenai pergerakan kendaraan dengan matrik asal tujuan (M A T) dari hasil analisa dan pembahasan yang dilakukan dengan metode load factor didapat bahwa jumlah armada untuk trayek ASD perlu ditambah lima buah armada, sedangkan untuk AT perlu tujuh buah armada. Dan sebaiknya perhitungan berdasarkan DLLAJ dipakai sebagai pembanding.
Tidak tersedia versi lain