CD-ROM
Analisis rasio keuangan sebagai sarana untuk menilai kinerja keuangan pada perusahaan rokok yang go public di Bursa Efek Jakarta
Ruang lingkup penelitian ini adalah bidang MANAGEMEN KEUANGAN terutama yang berhubungan dengan analisis laporan keuangan. Adapun obyek penelitiannya adalah laporan keuangan perusahaan tersebut yang meliputi Neraca, Laporan Laba Rugi, serta Laporan Arus Kas merupakan data yang digunakan untuk melakukan penelitian ini adalah data primer dan sekunder yakni berupa data kuantitatif yang tercermin dalam laporan keuangan. Pengumpulan data merupakan teknik dokumentasi yaitu teknik pengambilan data, dengan cara mengambil data dari koran Jawa Post, Kompas dan Media Indonesia. Sedangkan teknik analisis data digunakan Analisis Rasio Keuangan yang terdiri dari ANALISIS RASIO LIQUIDITAS, ANALISIS RASIO LEVERAGE, ANALISIS RASIO AKTIFITAS dan ANALISIS RASIO PROFITABILITAS.
Hasil penelitian ini adalah dalam liquidity ratio dari tahun 1999-2003, PT.HM Sampoerna mempunyai current ratio dan quick ratio yang lebih baik dari PT.Gudang Garam dan PT.Bentoel Investama Indonesia, tetapi untuk cash ratio PT.HM Sampoerna berada di bawah PT.Gudang Garam dan PT.Bentoel Investama Indonesia sedangkan PT.BAT Indonesia memiliki ratio yang paling kecil dibandingkan perusahaan sejenis. Dalam leverage ratio dengan pengukuran tingkat debt to equity ratio menunjukan rata-rata dari tahun 1999-2003, PT.Bentoel Investama Indonesia adalah yang paling baik karena perbandingan antara hutang dengan modal sendiri hanya 29,30 % lebih baik dari PT.HM Sampoerna, PT.Gudang Garam dan PT.BAT Indonesia menunjukkan semakin kuatnya kondisi keuangan PT.Bentoel Investama Indonesia. Dengan tingkat time interest earned ratio PT.HM Sampoerna adalah yang paling baik karena mampu membayar beban bunga lebih baik dari PT.BENTOEL Investama Indonesia, PT.Gudang Garam dan PT.BAT Indonesia. Dalam activity ratio yang diukur dengan tingkat receivables turnover PT.Gudang Garam yang paling baik. Inventory turnover yang paling baik adalah PT.Bentoel Investama Indonesia. Tingkat fixed assets turnover dan total assets turnover PT.Bentoel Investama Indonesia dan PT.Gudang Garam lebih baik dari PT.HM Sampoerna dan PT.BAT Indonesia. Dalam profitability ratio yang diukur dengan tingkat profit margin, PT.BAT Indonesia yang terbaik yang berarti laba yang telah dicapai PT.BAT Indonesia dari volume penjualannya lebih besar dari PT.Gudang Garam, PT.Bentoel Investama Indonesia dan PT.HM Sampoerna. Tingkat return on investment yang baik adalah PT.HM Sampoerna ini berarti penghasilan yang diperoleh dari total aktivanya lebih tinggi dari pada PT.Gudang Garam, PT.Bentoel Investama Indonesia dan PT.BAT Indonesia sedangkan profitabilitas yang diukur dengan tingkat return on equity yang paling baik adalah PT.Bentoel Investama Indonesia yang menunjukkan bahwa return yang diperoleh atas modal yang diinvestasikan lebih tinggi daripada PT.Gudang Garam, PT.BAT Indonesia dan PT.HM Sampoerna. Pengukuran tingkat earning per share dari tahun 1999-2003 yang terbaik adalah PT.BAT Indonesia, hal ini berarti PT.BAT Indonesia tingkat pendapatan per lembar sahamnya lebih tinggi dari pada PT.Gudang Garam, PT.HM. Sampoerna dan PT.Bentoel Investama Indonesia.
Tidak tersedia versi lain