CD-ROM
Dampak keberadaan rumah toko (Ruko) terhadap ruang terbuka hijau sebagai lahan resapan air di kota Malang : suatu studi di bagian wilayah kota (BWK) Malang Tengah di kecamatan Klojen (CD)
Kota Malang sebagai kota terbesar di Jawa Timur setelah Surabaya mempunyai fungsi peranan regional sebagai Sentra Wilayah Pengembangan (SWP) Malang – Pasuruan yakni sebagai pusat perdagangan, jasa dan industri, telah mengalami perkembangan yang mempengaruhi RTRW kota pesat. Hal tersebut dapat dilihat dari kurun waktu selama 5 tahun terakhir ini perkembangan fisik bangunan di kota Malang pada umumnya telah mengalami peningkatan, namun sejauh ini belum diketahui secara pasti bagaimana dampak lingkungan yang ditimbulkan dari perubahan lahan tersebut. Khususnya terhadap Daerah Resapan Air di Kota Malang telah mengalami penyusutan. Padahal kalau dilihat dari topografinya kota Malang berkemungkinan kecil digenangi air atau bahkan dilanda banjir ketika musim hujan tiba. Namun sebaliknya musim hujan tiba muncul titik-titik rawan banjir maupun longsor di beberapa tempat pembangunan yang terus menerus digalakkan tersebut telah berhasil merubah wajah kota Malang yang awalnya dibangun dengan konsep garden. Salah satu perubahan dari aspek lingkungan binaan adalah dengan menjamurnya pembangunan rumah toko atau yang lebih dikenal dengan ruko. Ruang Terbuka Hijau kemudian menjadi perhatian utama untuk dibangun dan dikembangkan di seluruh kota, baik kota besar, kota menengah, kota kecil bahkan sampai tingkat kecamatan.
Tujuan penelitian adalah sebagai kegiatan yang dilakukan untuk memperoleh pengetahuan tentang gejala-gejala dan melihat fenomena yang terjadi di masyarakat dan lingkungan, apakah sudah sesuai dengan RTRW kota Malang dan sesuai dengan judul skripsi ini maka tujuan penelitiannya adalah untuk mengetahui dampak keberadaan rumah toko terhadap ruang terbuka hijau sebagai lahan resapan air di kota Malang.
Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif dengan jenis penelitian kualitatif. Adapun variabel yang diteliti dalam penelitian ini adalah tentang kondisi obyektif lahan yang diperuntukkan bagi kawasan RTH dan keberadaan ruko di kota Malang dilihat dari pengendalian dan pemanfaatan ruang. Bentuk RTH yang ada di kota Malang dan kondisi RTH yang ada di kota Malang. Serta upaya pemerintah kota Malang dalam mengelola lahan untuk RTH meliputi : kegiatan perencanaan penggunaan dan peruntukkan lahan, kegiatan penerbitan ijin lokasi dan pengelolaan secara fisik RTH.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan Perda Kota Malang No. 7/ 2001 tentang RT RW kota Malang yaitu keberadaan IMB khususnya Ruko seringkali tidak dipatuhi oleh masyarakat umum, seperti jalnya temuan obyektif keberadaan bangunan ruko di wilayah kecamatan Klojen yang tidak memiliki ijin. Terjadi penyimpangan, dalam pelaksanaan Perda No. 7/ 2001 tentang RTRW kota Malang, terutama yang berkaitan dengan Ruang Terbuka Hijau. Hal ini menunjukkan bahwa pemerintah kurang serius dalam mengelola lahan yang diperuntukkan bagi RTH. Hal ini dapat berakibat pada konflik lingkungan sehingga banjir, rumah kumuh (Slum Area) kemacetan lalu lintas, keterbatasan saraba rekreasi dan olah raga serta fasilitas penunjang lainnya.
Tidak tersedia versi lain