CD-ROM
Studi kajian ojek sebagai alternatif angkutan pedesaan : studi kasus di desa Banjararum, kecamatan Singosari kabupaten Malang (CD)
Transportasi merupakan alat pergerakan kendaraan atau pergerakan yang diwujudkan dengan pengendalian orang atau barang dari satu tempat ke tempat lain.Di desa Banjararum, kecamatan Singosari, responden lebih suka dengan naik ojek karena lebih praktis, artinya keberadaan ojek sewaktu-waktu tersedia, lebih cepat waktu jarak tempuhnya dan tingkat kenyamanan juga baik serta tarif angkutan ojek relatif sama dengan angkutan umum lain.
Dalam melakukan studi dalam tugas akhir ini digunakan landasan teori tentang transportasi. Data yang diperoleh baik dari survei di lapangan atau dari penyebaran kuisioner dan dianalisa dengan bantuan program Excel dan SPSS. Analisa data yang dipakai adalah distribusi freqkuensi, regresi dan korelasi, guna mengetahui hubungan antara penumpang dan ojek yang ada di desa Banjararum, serta analisa dengan cara Matrik Asal Tujuan model gravity PCGR untuk mengetahui pola pergerakan penumpang ojek dengan rumus :
Pengumpulan data dilakukan dengan cara pengumpulan data primer, dengan melakukan survei penumpang dan pengemudi ojek selama 7 hari, pada 4 pangkalan ojek yang ada di desa Banjararum yaitu pangkalan ojek Mujamil, Sekargadung, Tanjung dan Bentoel maupun dengan cara interview dan pengumpulan data sekunder ke Organisasi Paguyuban Ojek dan Pemerintah desa Banjararum.
Dari hasil studi didapatkan karakteristik pengemudi ojek yang meliputi : pemilihan lokasi dengan jawaban yang terbanyak 45% yaitu jumlah penumpang banyak, dan karakteristik sosial ekonomi pengemudi ojek berkaitan dengan umur pengemudi, tingkat pendidikan pendapatan perhari, pengeluaran perhari, dan lain-lain. Untuk karakteristik penumpang meliputi umur penumpang, alasan memilih angkutan ojek, tarif sekali perjalanan, dan lain-lain. Dari hasil studi didapatkan juga korelasi antara penumpang dan pada tiap pangkalan ojek yaitu : untuk Pangkalan Ojek Mujamil, korelasi antara penumpang dan ojek sangat tinggi yaitu dengan r :0,818, sehingga perlu adanya penambahan ojek, agar permintaan penumpang dapat terlayani dengan baik, sedangkan untuk pangkalan lainnya tidak perlu penambahan jumlah ojek. Dari hasil studi didapatkan juga, jumlah penumpang ojek sebesar 310,430 orang perhari.
Tidak tersedia versi lain