CD-ROM
Isi pesan film kartun detective conan dalam perspektif sosial : analisis semiotika model saussure tentang isis pesan film kartundetective conan episode Dimanakah Letusan senjata misterius di Kegelapan (CD)
Yustina Novita Sri Rejeki Jurusan Ilmu Komunikasi FISIP Universitas Merdeka Malang, Dosen Pembimbing I : Dodot Sapto Adi, Dosen Pembimbing II : Charistiana Sahertian. Dengan judul skripsi Perspektif Sosial Dalam Film Kartun Detective Conan Ditinjau Dari Analisi Semiotika (Studi Kasus Tentang Film Kartun Detective Conan di Indosiar Episode “Dimanakah Letusan Senjata Misterius di Kegelapan”)
Dewasa ini kebutuhan akan informasi menjadi tuntutan setiap saat, munculnya berbagai bentuk media massa (baik cetak maupun elektronik) meurpakan salah satu wujud dari perkembangan teknologi komunikasi, hal tersebut tidak lepas dari fungsi utamanya yaitu digunakan untuk mengetahui peristiwa dan kejadian-kejadian di sekitar kita.
Dengan adanya teknologi komunikasi, segala bentuk media massa seperti televisi, radio, film dan media cetak menjadi media yang akan saling melengkapi dan memudahkan hubungan dalam masyarakat akan semakin besar. Film tumbuh dan berkembang menjadi salah satu bentuk media massa audio visual, dengan ciri dapat didengar dan dilihat dengan menampilkan berbagai pesan atau informasi kepada audience, dalam hal ini dapat diketahui ada beberapa kelebihan film yakni pesan-pesan yang disampaikan melalui gambar dan suara secara bersamaan. Film muncul pada akhir abad 19, tetapi tidak terlalu baru dari segi isi dan fungsi yang disajikan oleh sebuah tayangan film. Film merupakan sarana baru yang digunakan untuk menyebarkan hiburan dengan menyajikan cerita, peristiwa, musik, drama, lawak, serta sajian teknis lainnya daripada masyarakat umum. Film diharapkan memberi feedback atau umpam balik terhadap kesan-kesan yang dikandung dalam sebuah film. Karakteristik film sebagai usaha bisnis pertunjukkan (show business) baru dalam pasar yang berkembang belumlah mencakup segenap permasalahan yang ada didunia perfilman.
Film merupakan sarana hiburan umum yang memperlihatkan suatu fenomena tentang kebeasan masyarakat. Dalam fenomena ini terdapat keinginan untuk memanipulasi sebuah film. Selain itu film juga berfungsi sebagai alat penyebaran pendidikan, karena film dapat memiliki kemampuan untuk menarik perhatian orang dan sebagian lagi didasari alasan bahwa film memiliki kemampuan dalam mengantarkan pesan secara unik. Usaha tersebut bukan saja dilakukan dalam bidang teknik tapi juga usaha-usaha physikology. Fenomena perkembangan film sebagai sarana hiburan bagi masyarakat, membuat peneliti memilih penelitian film kartun “Detective Conan” yang ditayangkan di Indosiar. Ketertarikan peneliti untuk meneliti film kartin Detective Conan karena cerita film tersebut merupakan salah satu sarana hiburan masyarakat yang memiliki sifat khas dan unik, sehingga penayangan film kartun tersebut selalu mendapat perhatian yang lebih dari khalayak yang mengkonsumsinya. Penayangan film kartun Detective Conan juga banyak menimbulkan tanggapan pro dan kontra dari berbagai kalangan.
Tidak tersedia versi lain