CD-ROM
Analisis semiotika iklan sampoerna A Mild andai benda bisa bicara versi jam beker pada media televisi (CD)
Iklan sebagai sarana penyampaian pesan khususnya dalam penyampaian produk atau layanan masyarakat, kreativitas dalam pembuatan iklan sangat diperketat dengan peraturan-peraturan antara lain tidak menampilkan kemasan utuh dari rokok tersebut dan tidak menampilkan orang yang sedang merokok. Dengan peraturan-peraturan tersebut kreatifitas dari kreator-kreator iklan sangat diandalkan, salah satu cara dalam mengiklankan rokok dengan menggunakan animasi sebagai salah satu pendekatannya. Seperti dalam iklan rokok A Mild yang menggunakan animasi sebagai sarananya dan permainan kota sebagai kekuatan iklan tersebut.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui makna atau simbol yang terkandung dalam iklan Sampoerna A Mild “Andai benda bisa bicara baik-baik ngasi tau kok masih dipukul” versi jam Beker dengan menggunakan analisis semiotika yang juga berguna sebagai masukan kepada stasiun televisi dan sebagai bahan wawasan dalam penerapan teori pengetahuan pada studi ilmu komunikasi.
Dalam penelitian ini peneliti menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan berupaya menganalisa bahan penelitian yang selanjutnya mendeskripsikan makna yang terkandung dalam kalimat dan gambar tayangan ikan Sampoerna A Mild. Instrumen penelitian ini yaitu peneliti sendiri dengan menggunakan teori Pierce sesuai dengan metode penelitian. Dalam menganalisa data dipergunakan analisis semiotika yang kemudian dijabarkan dan dipersentasikan dalam bentuk kata-kata sesuai dengan intreprestasi yang muncul.
Tidak tersedia versi lain