CD-ROM
Pengaruh dividend payout ratio (DPR) dan dividend per share (DPS) terhadap harga saham : studi pada perusahaan rokok yang go public di BEJ (CD)
Sejalan dengan perkembangan perekonomian, maka berbagai perusahaan akan berupaya lebih intensif untuk mengembangkan usahanya dalam rangka melakukan ekspansi bisnisnya. Peningkatan ini ditandai dengan semakin pesatnya perkembangan pasar modal di Indonesia, utamanya ditinjau dari banyaknya perusahaan yang go public. Keberadaan pasar modal adalah untuk memenuhi permintaan dan penawaran modal antara investor (pemilik modal) dengan perusahaan yang membutuhkan modal/penerbit surat berharga. Kepemilikan saham dari para investor memiliki arti kepemilikan hak untuk memperoleh pembagian dividen perusahaan dan keuntungan perusahaan. Kondisi inilah yang memotivasi investor untuk memiliki saham. Dalam melakukan investasi di pasar modal, investor harus benar-benar menyadari bahwa di samping akan memperoleh keuntungan tidak menutup kemungkinan mereka akan mengalami kerugian. Keuntungan atau kerugian tersebut sangat dipengaruhi oleh kemampuan investor menganalisis keadaan harga saham dan kemungkinan turun naiknya harga saham tersebut. Adapun rumusan masalahnya adalah apakah Dividend Payout Ratio (DPR) dan Dividend Per Share (DPS) berpengaruh terhadap harga saham pada perusahaan rokok yang go public di BEJ.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Dividend Payout Ratio (DPR) dan Dividend Per Share (DPS) terhadap harga saham pada perusahaan rokok yang go public di BEJ. Sampel penelitan meliputi laporan keuangan perusahaan rokok yang go public di BEJ yaitu PT. Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk, PT. Gudang Garam, PT. Bank Indonesia Tbk dan PT Bentoel Internasional Investama. Periode pengamatan selama 5 tahun yaitu tahun 2000 – 2004. Teknik analisis data yang digunakan adalah regresi linier berganda dan untuk menguji hipotesis digunakan uji F dan uji t.
Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa DPR dan DPS secara bersama-sama tidak berpengaruh signifikan terhadap harga saham yang ditunjukkan dengan nilai Fhitung > Ftabel (2,310 > 3,59). Hasil uji menunjukkan bahwa DPR secara parsial berpengaruh signifikan terhadap harga saham yang ditunjukkan dengan nilai thitung > ttabel (2,149 > 2,110). DPS secara parsial tidak berpengaruh signifikan terhadap harga saham yang ditunjukkan dengan nilai thitung < ttabel (0,323 < 2,110). Sedangkan kontribusi variabel DPR dan DPS terhadap harga saham sebesar 21,4%, sisanya sebesar 78,6% disebabkan oleh variabel lain di luar penelitian misalnya suku bunga bank, nilai tukar rupiah, inflasi, dan sebagainya, dengan demikian disarankan agar peneliti selanjutnya menambah dengan faktor fundamental yang lain.
Tidak tersedia versi lain