CD-ROM
Pengaruh bauran promosi terhadap keputusan konsumen untuk menginap di hotel pelangi Malang (CD)
Dengan cepat berkembangnya keadaan perekonomian ini sangat dirasakan bahwa promosi merupakan salah satu bagian dari marketing mix untuk meningkatkan penjualan. Pada penjualan jasa akomodasi yaitu perhotelan, meningkatnya penjualan jasa kamar sangat tergantung pada promosi yang dilakukan perusahaan dimana bauran promosi yang dilaksanakan dapat menimbulkan umpan balik bagi perusahaan.
Hal ini membuat penulis ingin mengetahui dan meneliti lebih jauh tentang kegiatan pemasaran di Hotel Pelangi Malang, khususnya tentang seberapa pentingnya bauran promosi dapat meningkatkan penjualan jasa kamar, sehingga memilih judul: “PENGARUH BAURAN PROMOSI TERHADAP PENINGKATAN PENJUALAN JASA KAMAR PADA HOTEL PELANGI MALANG”.
Adapun permasalahan yang dihadapi dirumuskan sebagai berikut: 1) Apakah variabel bauran promosi yang terdiri dari periklanan, penjualan individu dan promosi berpengaruh terhadap peningkatan penjualan jasa kamar? 2) Dari beberapa variabel bauran promosi pada poin (1), manakah yang paling dominan berpengaruh terhadap penjualan jasa kamar Hotel Pelangi Malang?
Alat analisis yang digunakan adalah analisis regresi berganda, Uji F dan Uji t. Data diperoleh melalui kuesioner yang disebarkan kepada 40 orang konsumen atau tamu hotel yang menginap pada Hotel Pelangi Malang.
Dari hasil uji F dapat disimpulkan bahwa F hitung sebesar 15,168 > dari F tabel 2,84 yang berarti bahwa pada taraf nyata = 0,05 Advertising (X1), personal selling (X2), dan sales promotion (X3) secara simultan/bersama-sama mempunyai pengaruh bermakna terhadap keputusan pembelian konsumen (Y) dapat diterima atau teruji pada taraf nyata = 0,05.
Untuk pengujian hipotesis II didapatkan hasil koefisien regresi yang ada ternyata variabel advertising (X1) koefisien regresinya paling besar (0,378) dan nilai t hitungnya juga paling besar yaitu 0,297 dibandingkan dengan variabel bebas yang lain, selain itu nilai t hitung variabel X1 (Advertising) juga memiliki nilai paling besar yaitu sebesar 2,686. Sehingga hipotesis kedua yang menyatakan bahwa advertising mempunyai pengaruh dominan terhadap peningkatan keputusna pembelian dapat diterima dan telah teruji secara statistik.
Tidak tersedia versi lain