CD-ROM
Peranan Polri dalam mengungkap tindak pidana pornografi lewat telepon selular (CD)
Pornografi di Indonesia, khususnya dalam media elektronik sudah ada sejak lama, sejak awal tahun 50-an. Tulisan atau gambar-gambar yang dinilai porno sering keluar dalam tayangan perfilman. Merskipun banyak oknum yang bertanggungjawab yang diadili tetap saja penyebaran pornografi lewat telepon seslular tetap merebak. Terlebih pada saat era reformasi seperti ini, pornografi mulai marak kembali.
Sehubungan dengan hal itulah penulis mengambil judul peranan Polri dalam mengungkap tindakan pronografi lewat Telepon Seluler (Ponsel).
Seiring iklim kemerdekaan di era reformasi saat ini telah terjadadi salah interprestasi dengan memandang kebebasan tersebut digunakan secara bebas tanpa memandang koridor yang ada. Dari hal kebebasan tersebut juga menimbulkan dampak yang mengarah kemerosotan mental dan moral bangsa Indonesia, melalui penyebarluasan pornografi lewat telepon selular, begitu juga dengan kurang adanya pembatasan dalam pronografi yang berlaku secara universal.
Masayarakat luas bersama pemerintah harus berupaya keras untuk membendung penyebarluasan pornografi lewat Telepon Selular karena kemungkinan dampak negatif yang ditimbulkannya, terutama terhadap kaum muda yang secara emosional masih labil, lebih peka dan lebih cepat bergerak. Maraknya aksi pelecehan seksual (perkosaan), meningkatnya prilaku sek di luar nikah merupakan salah satu dampak dari penyebaran pornografi lewat Ponsel bagi kaum muda. Padahal sebagai orang timur, jujur dalam arti nurani kita, masih memegang erat budaya "MALU" atau "TABU" untuk masalah yang mengeksploitasi aurat.
Tidak tersedia versi lain