CD-ROM
Perlakuan akuntansi pajak pertambahan nilai (PPN) dan pengaruhnya terhadap laporan keuangan PT.CCC Auto Indonesia (CD)
Sejalan dengan kemajuan dan perkembangan usaha yang semakin besar, maka perusahaan diperlikan suatu perlakuan akuntansi yang benar dalm menghasilkan laporan keuangan. Laporan keuangan inilah yang kemudian dijadikan dasar dalam menghitun pajak terutang perusahaan. Karena di Indonesia menganut sistem Self Assesment System yaitu wajib pajak diberi kepercayaan untuk menghitung, membayar, dan melaporkan sendiri pajak yang terutangpada suatu tahun pajak.
Apabila perusahaan melakukan kesalahan dalam menyusun laporan keuangan maka akan salah perhitungan pajaknya yang berakibat perusahaan dapat dikenai sanksi atau denda sampai 100% atau lebih. Untuk menghindari hal tersebut maka diperlukan pemahaman manajemen terhadap perkembangan Undang-Undang Perpajakan, sehingga pajak yang dibayarkan dapat diefektifkan dan seefisien mungkin dengan tidak melanggar peraturan yang berlaku.
Berdasarkan uraian diatas maka penulis mencoba untuk meneliti bagaimana perlakuan akuntansi PPN yang diterapkan oleh perusahaan yaitu PT. CCC AUTO INDONESIA dan pengaruhnya terhadap laporan keuangan. Penulis menemukan permasalahan yaitu perusahaan tidak memisahkan antara penjualan dengan PPN keluarannya jadi perusahaan mencatat penjualan pada debet dan kas pada kredit. Begitu juga dengan pembelian tidak diisahkan dengan PPN masukan, jadi hanya mencatat kas pada debet dan pembelian pada kredit.
Penulis memberikan alternatif pemecahan masalah dengan membuat bukti transaksi yang sesuai, membuat jurnal transaksi yang benar, membuat buku besar dan membuat laporan keuangan setelah dilakukan penyesuaian. Karena tidak dipisahkannya PPN masukan dan PPN keluaran , maka perusahaan tidak mengetahui PPN lebih bayar atau kurang bayarnya. Sehingga laporan keuangan yang disajikan menjadi tidak relevan.
Tidak tersedia versi lain