CD-ROM
Analisis biaya volume dan laba dalam merencanakan penjualan kamar untuk mencapai target laba pada hotel Mandala Putri Malang (CD)
Dari hasil penelitian yang penulis lakukan, maka dapat diketahui hasilnya, yaitu:
- Hotel Mandala Puri menghasilkan komponen-komponen produk yang saling mempengaruhi dan berhubungan sehingga satu unit produk berarti terjualnya masing-masing komponen produk secara otomatis.
- Hotel Mandala Puri menawarkan barbagai macam pelayanan bukan saja kepada tamu saja, tetapi juga kepada masyarakat sekitar. Oleh karena itu dapat diketahui gambaran besarnya pendapatan dalam satu tahun dari prediksi dan kejadian-kejadian tahun sebelumnya.
- Posisi titik impas tahun 2003 pada saat volume persewaan sebesar Rp. 250.673.469,4 menunjukkan volume persamaan dimana Hotel Mandala Puri tidak mengalami keuntungan dan tidak menderita kerugian.
- Perencanaan kenaikkan laba tahun 2004 sebesar 24% dari perolehan laba tahun 2003 yaitu dari Rp. 209.100.000 menjadi Rp. 254.348.510,2, maka volume penjualan seharusnya dicapai Hotel Mandala Puri tahun 2004 sebesar Rp. 515.248.510,2
Adapun pemecahan masalah yang diajukan pada masalah-masalah diatas adalah:
- Penggunaan analisis biaya, volume dan laba dalam perencanaan persewaan kamar maka asumsi yang mendasari analisis tersebut harus diperhatikan agar jangan sampai berubah, karena perubahan asumsi akan mengubah pola hubungan biaya, volume dan laba.
- Perencanaan persewaan untuk mencapai target laba, hanya dilakukan berdasarkan kebijaksanaan pimpinan perusahaan maka Hotel Mandala Puri menggunakan analisis biaya, volume dan penjualan dalam perencanaan persewaan kamar, titik impas harus dicapai serta penurunan persewaan dapat ditoleransi tetapi tidak menderita kerugian sehingga akan membawa hasil yang baik dalam menghadapi persaingan maupun kelangsungan hidup perusahaan.
- Adanya persaingan yang cukup ketat, maka perlu diperhatikan hal-hal sebagai berikut:
1. Pelayanan yang diberikan kepada tamu harus sebaik mungkin dan terus ditingkatkan serta menambah fasilitas yang dibutuhkan oleh tamu.
2. Manajemen lebih giat melakukan promosi baik berskala nasional maupun konvensional.
3. Pimpinan selalu observasi pada setiap bawahan dengan sering memperhatikan keamanan, kesehatan, kesejahteraan karyawan serta mempunyai jiwa sosial yang tinggi.
Tidak tersedia versi lain