CD-ROM
Kebijakan kredit dalam rangka meningkatkan rentabilitas pada koperasi setia budi wanita di kotamadya Malang (CD)
Salah satu usaha koperasi untuk memenuhi kebutuhan anggotanya adalah dengan cara memberikan jasa simpan pinjam (kredit) kepada anggotanya. Penilaian baik tidaknya kebijakan kredit yang dijalankan oleh koperasi dapat diukur dari kemampuan koperasi dalam menghasilkan laba atau Sisa Hasil Usaha (SHU). Oleh karena itu tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah unutk menganalisis kebjiakan kredit yang diterapkan oleh koperasi, serta untuk mengetahui peran kebijakan kredit dalam menunjang peningkatan rentabilitas koperasi. Kebjakan kredit di sini sangat perlu ditelaah secara lebih seksama, karena kebijakan kredit yang efektif dapat menjamin lancarnya perputaran piutang. Sehingga kemampuan untuk menghasilkan laba akan semakin cepat.
Adapun variabel yang digunakan adalah kebijakan kredit dan rentabilitas. Macam rentabilitas ada dua yaitu rentabilitas ekonomi dan rentabilitas modal sendiri. Sedangkan metode analisis yang digunakan adalah : (1) melakukan atas penilaian kredit yang selama ini dilakukan oleh koperasi dengan menggunakan beberapa analisis antara lain : account receivable turn over; average age of account receivable; rentabilitas ekonomi; dan rentabilitas modal sendiri, (2) melakukan penilaian terhadap efisiensi koperasi dari hasil analisa yang telah dilakukan, dan (3) melihat dari bukti-bukti analisa yang ada pemecahan masalah atas peranan kebijakan kredit dalam rangka meningkatkan rentabilitas.
Hasil yang diperoleh dari penelitian tahun 2001-2003 ini adalah : (1) perputaran piutang mengalami penurunan yang cukup tajam sehingga kurang adanya efisiensi dalam pengolahan piutang, umur rata-rata piutang mengalami peningkatan atau umur rata-rata pengumpulan piutang selalu melibihi dari term of credit yang ditetapkan yaitu selalu lebih dari 90 hari, dan rentabilitas ekonomi dan rentabilitas modal sendiri mengalami penurunan dari tahun ke tahun. (2) penyebab dari timbulnya masalah di atas yaitu, kurang adanya seleksi terhadap calon langganan dalam memberikan piutang; pelaksanaan penagihan yang kurang efektif; dan kurang efektifnya frekuensi pengumpulan piutang yang ditetapkan koperasi. (3) sedangkan akibat masalah yang ditimbulkan adalah : timbulnya akumulasi piutang yang besar, menurunnya tingkat rentabilitas, dan kurang terealisasinya tujuan jangka pendek. (4) adapun cara pemecahan masalahnya dengan melaksanakan penagihan putang secara intensif, memberikan potongan tunai kepada para nasabah, dan mengadakan seleksi yang lebih ketat terhadap calon anggota yang akan diberi kredit.
Tidak tersedia versi lain