CD-ROM
Perbandingan minat menonton film film lepas di TV dengan di Bioskop suevey pada Mhs UNMER Malang Fisip Komunikasi angkatan 2001 (CD)
Berdasarkan hasil penelitian dan analisis hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan antara minat menonton film di televisi dengan minat menonton film di bioskop. Adapun faktor-faktor yang melatar belakangi perbedaan ini yaitu dapat ditinjau dari dimensi sosialnya antara lain yaitu, faktor teman, faktor keluarga, pengaruh lingkungan, keinginan untuk menambah informasi baru tingkat kesenangan karena situasi dan lingkungan, efisiensi ekonomi, kebebasan dalam berekspresi, keinginan untuk dihargai orang lain, situasi dan hubungan dengan orang lain maupun karena faktor meningkatkan citra diri seseorang. Dengan mengetahui adanya perbedaan minat menonton film di televisi dengan minat menonton film di bioskop mengndikasikan bahwa perilaku atau kecenderungan seseorang dalam melakukan suatu tindakan atau aktivitas selain dari kondisi pribadi juga tidak terlepas dari kondisi sosial yang berada di sekitarnya. Hal ini tentunya dapat digunakan sebagai parameter terhadap suatu pernyataan bahwa manusia merupakan suatu organisme yang bersifat tunggal dan ganda. Artinya manusia dalam kehidupannya mempunyai dua karakteristik yang dipengaruhi oleh sifat individu dan sosialnya. Dengan adanya hal tersebut dapat diambil suatu telaah kritis bahwa kondisi pribadi dan sosial sangat menentukan perubahan sikap seseorang dalam melakukan aktivitas tertentu. Sedangkan jika dikaji dari obyektifitas penelitian mengenai minat menonton film di televisi dengan minat menonton film di bioskop menunjukkan bahwa seseorang dalam melakukan aktivitasnya seperti menonton film tidak selalu didorong karena faktor pribadi melainkan juga karena faktor sosial. Hal ini disebabkan karena masyarakat atau seseorang dalam melakukan aktivitasnya selain dipengaruhi oleh faktor pribadi seperti (sikap, emosi, motif, pengaruh, pengalaman) juga dipengaruhi oleh faktor ekstern seperti (orang di sekitarnya serta lingkungan fisiknya). Oleh karena itu secara logis tidak dapat diambil suatu anggapan bahwa kecenderungan seseorang dalam melakukan suatu tindakan hanya didorong oleh salah satu faktor saja karena berdasarkan obyektifitas kegiatan yang dilakukan, namun juga harus memperhatikan tujuan serta motivasi seseorang sebelum melakukan aktivitas atau tindakan yang akan dilakukan, sehingga dapat diketahui bahwa tindakan atau aktivitas yang dilakukan seseorang tersebut dilatar belakangi oleh adanya berbagai macam faktor.
Tidak tersedia versi lain