CD-ROM
Makana pesan lagu ave verum karya Mozart ditinjau dari analisis semiotika model charles sanders peirce (CD)
Musik atau lagu merupakan suatu bentuk komunikasi pesan yang ingin disampaikan oleh penciptanya ataupun penyanyinya kepada pendengarnya. Di sini tampak kaitan antara pesan dan persepsi; persepsi tidak lain adalah pesan yang diterima oleh pendengar. Idealnya pesan dari pencipta atau penyanyi sama dengan persepsi yang ditangkap oleh pendengar. Apabila pesan yang disampaikan dan persepsi yang terbentuk tidak sama, maka ini berarti bahwa komunikasi tersebut tidak berjalan sebagaimana layaknya.
Sarana penyampaian pesan yang digunakan oleh seorang pencipta musik dan lagu adalah irama dan syair lagu. Kedua sarana itu saling melengkapi dan sejalan, maksudnya adalah bahwa irama menguatkan makna pesan yang terkandung dalam syair, demikian pula syair menguatkan makna pesan yang terkandung dalam irama. Agar pesan yang dimaksud dapat diterima dengan baik, seorang pencipta musik atau lagu harus dapat mengatur sedemikian rupa agar kedua sarana tersebut dapat saling mendukung. Apabila kedua sarana ini tidak sejalan alhasil pesan yang ingin disampaikan oleh sang pencipta tidak akan dipersepsi secara tepat oleh para pendengarnya.
Lagu ‘Ave Verum’ adalah karya Mozart pada akhir hidupnya, yaitu pada tahun 1791. Penciptaan lagu tersebut diinspirasikan oleh keadaan lingkungan sosial yang ada di sekitarnya. Pada saat itu peradaban manusia sedang mengalami masa krisis dalam berbagai bidang. Ia yakin bahwa krisis yang terjadi saat itu dapat diatasi dengan perbaikan moral masyarakat. Mozart berusaha memperbaiki keadaan masyarakatnya melalui lagu yang ia ciptakan. Kritik dan harapannya akan kondisi yang lebih baik ia ungkapkan melalui lagu tersebut.
Penelitian ini adalah untuk menggambarkan hubungan antara tanda-tanda musik dengan pesan yang ingin disampaikan oleh lagu ‘Ave Verum’ karya Mozart, hubungan antara syair dengan pesan yang ingin disampaikan oleh lagu ‘Ave Verum’ karya Mozart, hubungan antara tanda-tanda musik dan syair dengan pesan yang ingin disampaikan oleh lagu ‘Ave Verum’ karya Mozart, dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif.
Dari ringkasan singkat tentang Ave Verum tersebut dapat ditarik suatu argumen bahwa Mozart menciptakan karya Ave Verum ini dengan disertai harapan kepada manusia tentang misteri penebusan Allah yang mana ia berharap agar lagu ini selain dapat menampilkan suatu nilai seni yang indah, dimaksudkan agar manusia tidak lupa akan makna penderitaan di dunia ini, dan keihklasan untuk mengorbankan diri dari Yesus hendaknya menjadi teladan bagi umat manusia dalam menjalani hidup, memperbaiki sikap, sampai pada kesiapan menghadapi kematian.
Tidak tersedia versi lain