CD-ROM
Analisis semiotika model triangle peirce tentang teks pemberitaan peralihan kekuasaan Mega-SBY di harian surat kabar kompas ed.Oktober 2004 (CD)
Surat kabar merupakan salah satu media yang efisien dalam mencapai komunikan dalam jumlah yang amat banyak. Setiap media memiliki ciri atau sifat tertentu yang hanya efektif dan efisien untuk dipergunakan bagi penyampaian suatu pesan tertentu. Dalam kehidupan politik pun, surat kabar sebagai media cetak sangat berperan penting. Salah satunya adalah mampu menciptakan opini publik. Pemberian tentang politik, selalu mendapat banyak perhatian sejumlah orang. Hal ini disebabkan karena adanya kemampuan dari media cetak itu sendiri untuk mengemas berita-berita politik yang akan disampaikan pada khalayak pembaca. Kompas sebagai salah satu media cetak yang sudah cukup lama berada dalam dunia persuratkabaran serta telah memiliki jaringan dan jumlah khalayak pembaca cukup banyak telah mampu menyajikan berita-berita khususnya berita politik dengan tetap mengemban tercapainya misi “amanat hati nurani rakyat” yang sekaligus menjadi merk dagang.
Semestinya pada saat sekarang ini, kompas pun tidak melewatkan berbagai peristiwa politik yang tengah terjadi. Satu diantaranya adalah proses peralihan kekuasaan Mega-SBY yang banyak menyita perhatian khalayak. Rasanya seluruh masyarakat Indonesia ingin mengetahui bagaimana proses peralihan kekuasaan tersebut dan bagaimana sosok presiden baru Indonesia. Bahkan pada saat pelantikan pun, masyarakat masih antusias mencari informasi lewat beberapa berita politik, terlebih karena ketidakhadiran Megawati dalam sidang pelantikan tersebut. Dengan adanya peristiwa-peristiwa politik yang cukup besar seperti ini merupakan kesempatan sekaligus mendatangkan keuntungan bagi kompas.
Peneliti bertujuan mengetahui makna dari konsep tanda (kata-kata) yang terkandung dalam teks pemberitaan peralihan kekuasaan dari Mega-SBY diharian surat kabar kompas edisi Oktober 2004 dengan menggunakan analisis semiotika triangle peirce yang juga berguna sebagai masukan kepada surat kabar kompas untuk lebih meningkatkan kualitas dan keakuratan berita dan sebagai bahan wawasan dalam penerapan teori pengetahuan pada studi ilmu komunikasi sekaligus menjadi referensi masyarakat agar dapat lebih menyikapi sebuah berita, setidaknya pembaca harus memiliki kemampuan memadai untuk menyaring sebuah berita.
Dalam penelitian ini peneliti menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan berupaya menganalisis kata-kata/kalimat yang terkait dengan teks pemberitaan kekuasaan Mega-SBY dalam surat kabar kompas edisi Oktober 2004 yang selanjutnya mendiskripsikan makna yang dikandung oleh kata-kata atau kalimat yang terdapat dalam berita-berita tersebut.
Tidak tersedia versi lain